Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 06:40 WIB

Infrastruktur Digenjot, Pendapatan WSKT Naik Terus

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 5 Januari 2019 | 04:30 WIB
Infrastruktur Digenjot, Pendapatan WSKT Naik Terus
Jajaran direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk menggelar jumpa pers mengenai kinerja perseroan sepanjang 2018 di Jakarta. - (Foto: Antaranews/Ade Irma Junida)

INILAHCOM, Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan pendapatan usaha pada 2019 sebesar Rp54,13 triliun, Seiring kinerja positif sepanjang 2017 dan 2018.

Direktur Keuangan dan Strategi WSKT, Haris Gunawan dalam paparan di Jakarta, Jumat (4/1/2018), menjelaskan, perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp45,21 triliun pada 2017. Kemudian menaikkan target 10% pada 2018.

"Kami targetkan pada 2018, tumbuh 10 persen. Tapi saya belum bisa sebutkan angkanya, karena masih dalam proses audit. Yang jelas pasti naik. Tahun depan (2019), kami punya target Rp54,13 triliun," ungkapnya.

Haris menuturkan, dari pendapatan usaha tersebut, perseroan menargetkan laba bersih pada 2019 sebesar Rp4,1 triliun. Angka tersebut lebih rendah dari capaian perseroan pada 2018. "Per Desember 2017 laba kami mencapai Rp4,2 triliun. Pada September 2018 laba kami sudah mencapai Rp4,3 triliun," jelas Haris.

Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra menjelaskan target laba bersih cenderung turun lantaran ada sejumlah tol yang akan beroperasi. "Untuk tol yang baru operasi kami harus mengalokasikan 'top up' untuk operasinya karena seluruh utang tidak bisa lagi dikapitalisasi," katanya.

Sepanjang 2018, perseroan juga telah menerima pembayaran atas proyek dan dana talangan tanah sebesar Rp36,75 trillun.

Pembayaran proyek tersebut diterima atas pembayaran Proyek Jalan Tol Batang-Semarang sebesar Rp5,75 triliun, proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang sebesar Rp3,9 triliun, proyek Tol Pasuruan-Probolinggo sebesar Rp2,1 triliun dan proyek Tol Salatiga-Kartasura sebesar Rp2 trillun.

Pembayaran juga diterima atas proyek Ruas Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (porsi VGF Tol Semarang-Batang) senilai Rp1,96 triliun, penerimaan proyek lainnya sebesar Rp18,23 triliun serta adanya pengembalian dana talangan tanah sebesar Rp2,8 triliun. [ipe]

Komentar

x