Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Maret 2019 | 02:55 WIB

Inilah Saham Pilihan Jumat (4/1/2019)

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 4 Januari 2019 | 01:40 WIB

Berita Terkait

Inilah Saham Pilihan Jumat (4/1/2019)
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Secara teknikal IHSG pada perdagangan Jumat (4/1/2019) bergerak membentuk pola candlestick bullish counter attack setelah dibuka lebih rendah dan mampu ditutup lebih tinggi hingga mampu break out level resistance.

Menurut analis saham Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi, indikator Stochastic berada pada area overbought dengan momentum RSI yang menjenuh memberatkan pergerakan penguatan lanjutan IHSG pada perdagangan selanjutnya. "Jadi diperkirakan IHSG akan bergerak terkonsolidasi cenderung menekan dengan rentan pergerakan 6.183-6.250," demikian mengutip hasil risetnya, Kamis (3/1/2019).

Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya TBLA, LSIP, WTON, INTP, BJBR, JSMR, ASII, WSKT, BSDE, ASRI, UNTR.

Pada perdagangan Kamis kemarin, mayoritas indeks saham di Asia ditutup melemah. Indeks Hangseng (-0.26%) dan Shanghai (-0.16%) serta KOSPI (-0.81%) melemah seiring gejolak pada mata uang karena Yen melonjak ke level tertinggi disaat bank holiday usai libur tahun baru di Jepang. "Sentimen mengenai perlambatan ekonomi di Tiongkok masih menjadi beban investor."

Namun, IHSG berakhir menguat 39.83 poin ke level 6.221,01 dengan sektor Property (+2.69%) dan Konsumer (+1.61%) menjadi penopang pergerakan. Saham-saham UNVR dan HMSP masih menjadi primadona investor diawal tahun meskipun secara PER cukup tinggi dibandingkan perusahaan sejenis.

Investor asing tercatat net buy Rp188,36 miliar seiring penguatan nilai tukar Rupiah yang terapresiasi 0,28% ke level Rp14.417 per US$.

Indeks saham Eropa membuka perdagangan mengikuti bursa Asia dengan pelemahan. Indeks Eurostoxx (-1.08%), FTSE (-0.32%), DAX (-1.29%) dan CAC (-1.25%) melemah cukup signifikan. Saham-saham teknologi memimpin pelemahan.

Salah satu perusahaan teknologi terbesar dunia Apple Inc mengalami penurunan prospek penjualannya untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade sehingga menambah kekhawatiran pertumbuhan global.

Sentimen diakhir pekan investor akan mencermati data tingkat inflasi di Eropa, tingkat pengangguran dan penghasilan serta stok persediaan minyak mingguan di AS.


Komentar

Embed Widget
x