Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Maret 2019 | 06:18 WIB

T+2 Genjot Volume Transaksi Saham 37,47 Persen

Oleh : Ahmad Munjin | Minggu, 30 Desember 2018 | 17:41 WIB

Berita Terkait

T+2 Genjot Volume Transaksi Saham 37,47 Persen
Wimboh Santoso - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kebijakan untuk mempercepat penyelesaian transaksi di Bursa Efek, dari T+3 menjadi T+2 telah mendongkrak naik rata-rata volume transaksi saham harian sebesar 37,47% dari 9,2 miliar menjadi 12,8 miliar.

Begitu juga dengan rata-rata nilai transaksi yang naik 26,96% dari Rp8,1 triliun menjadi Rp10,2 triliun.

"Kebijakan dalam meningkatkan likuiditas pasar telah kami lakukan dengan mempercepat penyelesaian transaksi di Bursa Efek, dari T+3 menjadi T+2," kata Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat Penutupan Perdagangan Bursa Saham 2018, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Lebih jauh Wimboh menjelaskan, tahun 2018 diwarnai dengan berbagai perkembangan ekonomi, pasar keuangan dan politik yang cukup dinamis, baik di tingkat global maupun domestik. "Semua itu memberikan tekanan tersendiri pada kinerja pasar modal sejak bulan Mei tahun ini," ujarnya.

Satu hal yang patut disyukuri, kata Wimboh, adalah respons cepat dan antisipatif dari para pelaku usaha bersama pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi-JK. "Itu telah membuktikan komitmen yang tinggi dari pemerintah dalam memperkuat fundamental ekonomi nasional dan menjaga confident pelaku pasar dan investor," tuturnya.

Hasil dan manfaat dari kebijakan yang diambil pemerintah tersebut sangat dirasakan oleh industri pasar modal Indonesia.

"Berbagai kebijakan juga telah kami terapkan untuk meningkatkan peran pasar modal dalam menyediakan pembiayaan pembangunan dan kebutuhan pembiayaan bagi korporasi serta usaha kecil dan menengah," ucap dia.

Selain itu, pihaknya juga mempermudah start-up company memperoleh pendanaan dari pasar modal melalui Equity Crowdfunding, meneruskan kegiatan edukasi masyarakat serta meningkatkan integritas pasar melalui penegakan hukum yang konsisten diterapkan di industri pasar modal.

Berbagai upaya ini diharapkan akan menjadikan Pasar Modal Indonesia lebih kompetitif baik di pasar regional dan global. "Dengan adanya berbagai kolaborasi kebijakan tersebut, serta sinergi yang telah kita bangun bersama, kita menyaksikan beberapa catatan positif sepanjang tahun 2018 ini," kata Wimboh tandas.

Walhasil, di tengah tekanan ekternal, beberapa indikator pasar modal masih terjaga.

"Secara year to date, koreksi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sampai dengan penutupan kemarin masih yang terbaik di antara kinerja bursa saham utama se-Asia Pasifik dan bahkan di antara bursa saham utama dunia," imbuh Wimboh.

IHSG di Bursa Efek Indonesia yang mencerminkan kinerja pasar saham secara year-to date 2018 turun 2,54% dari 6.355,65 pada penutupan 2017 menjadi 6.194,50 pada penutupan tahun 2018. [jin]

Komentar

Embed Widget
x