Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 05:43 WIB

2018, Emiten Infrastruktur Gaet Dana Rp28 Triliun

Oleh : Ahmad Munjin | Minggu, 30 Desember 2018 | 16:56 WIB
2018, Emiten Infrastruktur Gaet Dana Rp28 Triliun
Wimboh Santoso - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pada 2018 terdapat 24 emiten sektor infrastuktur yang melakukan fund raising melalui pasar modal dengan total nilai emisi Rp28,05 triliun.

Sementara itu, penerbitan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) terkait infrastruktur dengan nilai sekuritisasi mencapai Rp7,44 triliun. Lalu, EBA-SP mencapai total nilai sekuritisasi Rp3,57 triliun.

"Sedangkan KIK-DIRE mencapai nilai sekuritisasi sebesar Rp0,62 triliun," kata Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat memberikan pengantar pada Penutupan Perdagangan Bursa Saham 2018, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Asal tahu saja, KIK-EBA adalah kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang mengikat pemegang Efek Beragun Aset dimana Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan Penitipan Kolektif.

Sedangkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) merupakan instrumen investasi yang sudah diperkenalkan kepada investor sejak 2009. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) merupakan lembaga yang menerbitkan instrumen tersebut di pasar modal.

Dana investasi real estate (DIRE) adalah sebuah Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang bertujuan untuk mengumpulkan modal dari berbagai investor untuk investasi di bidang real estate.

Sementara, Efek Beragun Aset adalah Efek yang diterbitkan oleh Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset yang portofolionya terdiri dari aset keuangan berupa tagihan.

Tagihan tersebut timbul dari surat berharga komersial, tagihan kartu kredit, tagihan yang timbul di kemudian hari (future receivables), pemberian kredit termasuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah/KPR atau apartemen), Efek bersifat hutang yang dijamin oleh Pemerintah, Sarana Peningkatan Kredit (Credit Enhancement) atau Arus Kas (Cash Flow), serta aset keuangan setara dan aset keuangan lain yang berkaitan dengan aset keuangan tersebut. [jin]

Komentar

x