Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 01:16 WIB

Ketika Jokowi Menggantungkan Asa di Pasar Saham

Oleh : M Fadil Djaelani | Sabtu, 29 Desember 2018 | 19:27 WIB
Ketika Jokowi Menggantungkan Asa di Pasar Saham
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi penutup perdagangan saham di tahun 2018 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (28/12/2018).

Pada kesempatan tersebut Jokowi merasa optimistis bahwa ekonomi Indonesia bakal terus tumbuh dengan ditopang pergerakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang makin baik.

"Melihat akhir penutupan perdagangan di bursa ini saya ingin menyampaikan optomisme dan optimis tehadap perlembangan pasar modal yang kita miliki. Karena kita melihat capaian bursa efek Indonesia tahun ini sesuai dengan target di atas IHSG-nya di atas 6 ribu sebentar lagi kita harapkan dia bisa di atas 6 ribu," kata Jokowi.

Menurut mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini, ditengah tren ekonomi global yang fluktuatif, namun kinerja BEI justru dapat tumbuh dengan positif.

"Tadi disampaikan oleh kita oleh Ketua OJK. Saya tadi mendapatkan bisikan bahwa IHSG kita saat ini merupakan yang terbaik kedua di dunia terkait dengan kinerja bursa," katanya.

"Kita tahu di tengah pasar saham dunia yang melesu. Juga yang berkaitan dengan jumlah perusahaan baru yang catatkan perusahaan di BEI ini juga tebanyak sejak 1995. Ini patut disukuri," tambah Jokowi.

Menurut Jokowi optimisme yang terjadi di BEI ini juga menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berada pada transisi dari konsumtif ke produktif dari yang kurang berkualitas menjadi berkualitas meskipun ekonomi global tidak mendukungnya.

"Ini semua terjadi karena kerja sama karena kolaborasi karena sinergi antara sektor moneter, sektor fiskal, dan sektor riil industri dan dunia usaha. Ketiga-ketiganya bisa konsolidasi dengan baik, bekerja sama, kolaborasi, saling mengisi, saling berkontribusi sehingga kira harapkan pertumbuhan ekonomi kita di tahun ini bisa mencapai di atas 5%," harapnya. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x