Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 06:03 WIB

PT Chandra Asri Nyatakan Tak Terdampak Tsunami

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 26 Desember 2018 | 14:49 WIB
PT Chandra Asri Nyatakan Tak Terdampak Tsunami
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menyatakan musibah tsunami di Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam hanya mengakibatkan kerusakan minor pada beberapa fasilitas pabrik dan tetap bisa beroperasi seperti biasa.

Perseroan telah melakukan pendataan usai musibah tersebut tentang dampak terjangan gelombang air laut. Selain itu, pihak manajemen sudah mendata karyawan dan keluarga.

Hasilnya tidak ada karyawan perseroan yang menjadi korban jiwa. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (26/12/2018).

Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) didirikan tanggal 2 Nopember 1984 dengan nama PT Tri Polyta Indonesia dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1993. TPIA berdomisili di Jakarta dengan pabrik berlokasi di Desa Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kodya Cilegon, Banten.

TPIA tergabung dalam grup Barito Pacific, dan Barito Pacific Tbk (BRPT) merupakan induk usaha dari TPIA.

Ruang lingkup kegiatan bisnis TPIA adalah bidang usaha industri petrokimia, perdagangan, angkutan dan jasa. Saat ini, TPIA menjalankan usaha petrokimia yang terintegrasi secara vertikal di Indonesia dengan fasilitas-fasilitasnya yang terletak di Ciwandan, Cilegon dan Puloampel, Serang Banten.

Produk-produk utama Chandra Asri, antara lain: Olefins (ethylene, propylene, Py-Gas dan mixed C4), Polyolefins (polypropylene dipasarkan dengan merek Trilene dan polyethylene dipasarkan dengan merek Asrene dan Grene), Styrene Monomer, dan Butadiene.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Chandra Asri Petrochemical Tbk, antara lain Barito Pacific Tbk (pengendali) (45,04%), SCG Chemicals Company Limited (30,57%), Magna Resources Corporation Pte Ltd (15,02%) dan Marigold Resources Pte Ltd (5,15%).

Komentar

x