Find and Follow Us

Rabu, 24 Juli 2019 | 11:34 WIB

Rupiah Coba Bertahan dari Potensi Pelemahan

Oleh : Ahmad Munjin | Jumat, 21 Desember 2018 | 08:46 WIB
Rupiah Coba Bertahan dari Potensi Pelemahan
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Analis memperkirakan, laju rupiah Jumat (21/12/2018) coba bertahan dari potensi pelemahan dalam kisaran 14.504-14.489 per dolar AS.

"Pergerakan rupiah masih berada di sekitar area middle bollinger band dan cenderung mencoba bertahan dari potensi pelemahannya," kata Reza Priyambada, analis senior CSA Research Institute di Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Diharapkan, kata Reza, keputusan BI yang tetap mempertahankan level 7D-RR di level 6 persen tidak terlalu ditanggapi negatif berkelanjutan seiring dengan pergerakan dolar AS yang juga sedang bergerak turun karena adanya penilaian outlook ekonomi AS yang cenderung melambat.

Dengan kondisi yang cenderung melemah dharapkan dapat dimanfaatkan rupiah untuk dapat bergerak lebih positif. "Meski demikian, tetap waspadai berbagai macam sentimen dan waspadai adanya sentimen yang dapat membuat laju rupiah kembali melemah," papar dia.

Kemarin, setelah diumumkannya kenaikan suku bunga The Fed, laju rupiah cenderung berbalik melemah. Adanya RDG-BI yang menyampaikan tingkat suku bunga acuan tetap dipertahankan di level 6 persen menjadi kurang kuat menahan pelemahan rupiah.

Padahal pergerakan dolar AS cenderung melemah dengan adanya keputuan The Fed tersebut. "Dolar AS melemah karena adanya kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed dinilai tidak membawa perubahan yang positif bagi perkembangan ekonomi AS dan terjadi sebaliknya di mana cenderung melambat," ucapnya.

Ditambah lagi, lanjut Reza, masih adanya potensi perang dagang antara AS dan Tiongkok yang telah melemahkan perkembangan industri manufaktur di antara keduanya.

"Sementara itu, adanya berbagai sentimen positif, seperti perkiraan OJK terkait membaiknya pertumbuhan DPK di tahun 2019 hingga perkembangan ekspansi perbankan yang mengarah ke digital terkini tampaknya kurang kuat mengangkat rupiah," imbuhnya. [jin]

Komentar

Embed Widget
x