Find and Follow Us

Minggu, 26 Mei 2019 | 16:59 WIB

Telat Bayar Bunga Obligasi

Emiten TAXI Terus Dirundung Masalah

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Senin, 17 Desember 2018 | 16:30 WIB
Emiten TAXI Terus Dirundung Masalah
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sudah jatuh tertimpa pohon pula. Itulah ibarat yang mungkin menggambarkan situasi kinerja keuangan PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI).

Perusahaan taksi milik Peter Sondakh ini harus berurusan dengan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat lantaran gugatan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh Dana Pensiun Mitra Krakatau.

Atas hal ini, dalam Rapat Umum Pemegang Obligas (RUPO) obligasi I Express Transindo Utama 2014 telah mencapai kesepakatan. Para pemegang obligasi sepakat rencana perusahaan mengkonversi Rp400 miliar pokok obligasi menjadi saham dengan nilai sesuai ketentuan yang berlaku.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku masih belum mencabut status pembekuan perdagangan sementara (suspensi) saham TAXI. BEI masih menunggu laporan atas hasil RUPS yang digelar pada 11 Desember 2018 kemarin.

"Terkait TAXI Perseroan telah menyampaikan hasil RUPO berupa persetujuan restrukturisasi obligasi yang totalnya sebesar Rp1 triliun yang akan direstrukturisasi melalui," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam pesan singkatnya, Senin (17/12/2018).

Menurutnya Nyoman dari hasil RUPO tersebut, TAXI menghasilkan poin-poin penting untuk menyelamatkan perusahaan transportasi tersebut dari jeratan beban bunga utang obligasi.

"Pokok obligasi sejumlah Rp400 miliar akan langsung dikonversi menjadi saham," katanya.

Selain itu, pokok obligasi sejumlah Rp600 miliar akan menjadi obligasi konversi tanpa bunga dengan jatuh tempo pada 31 Des 2020.

Atas hal ini otoritas BEI, bakal terus memantau TAXI setelah adanya RUPS yang bakal dilakukan perseroan. "Tahapan monitoring Bursa berikutnya pada pelaksanaan RUPS atas adanya penerbitan saham dari konversi obligasi tersebut dan penerbitan obligasi konversi yang berpotensi menambah jumlah saham," katanya. [jin]

Komentar

x