Find and Follow Us

Jumat, 21 Juni 2019 | 04:11 WIB

Inilah Dilema IPO Anak Usaha BUMN

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 13 Desember 2018 | 18:03 WIB
Inilah Dilema IPO Anak Usaha BUMN
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Lima anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mempersiapkan diri untuk menggalang dana melalui penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) pada tahun 2019.

Namun pada saat bersamaan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Pemerintah tengah meracik perubahan Undang-Undang BUMN.

Sayangnya, dalam Daftar Inventaris Masalah (DIM) pada Rancangan UU BUMN, akan diatur tata cara pelepasan saham perusahaan pelat merah, anak usaha BUMN dan cucu usaha BUMN melalui IPO, yang harus melalui persetujuan DPR.

Padahal menurut Direktur BNI Sekuritas, Reza Benita Zahar, pihaknya telah menerima mandat dari tiga anak usaha BUMN sebagai penjamin pelaksana emisi IPO pada tahun depan.

"Dua diantara itu, mandat lama yang ditunda hingga 2019. Dua perusahaan itu adalah PT Wika Reality dan PT RS Pelni. Sedangkan mandat baru adalah PT Adhi Persada Gedung," kata Reza di gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (13/12/2018).

Wika Realty pada kuartal II 2018 telah melakukan uji tuntas dan paparan publik penawaran umum perdana saham. Dalam kesempatan itu, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tersebut mengincar dana sebesar Rp2,43 triliun hingga Rp3,19 triliun.

Sementara itu, RS Pertamina juga telah menyampaikan rencana IPO dan mengincar dana Rp1 triliun. Sedangkan PT Adhi Persada Gedung juga mengincar dana senilai tersebut. "Adhi Persada Gedung mengincar dana sebesar Rp1 triliun," kata Reza. [hid]

Komentar

Embed Widget
x