Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 23:53 WIB

Laba PT Indo Rama Synthetics Naik Jadi US$79,3 Jt

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 12 Desember 2018 | 14:07 WIB
Laba PT Indo Rama Synthetics Naik Jadi US$79,3 Jt
PT Indo Rama Synthetics Tbk (INDR) - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Indo Rama Synthetics Tbk (INDR) mengalami kenaikan laba bersih per 30 September 2018 menjadi US$79,36 juta dari periode yang sama tahun 2017 sebesar US$4,8 juta.

Untuk penjualan bersih menjadi US$636,64 juta dari US$574,49 juta. Beban pokok penjualan menjadi US$556,98 juta dari US$510,72 juta. Laba kotor menjadi US$79,66 juta dari US$63,77 juta.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (12/12/2018). Beban penjualan menjadi US$21,3 juta dari US$24,57 juta. Beban administrasi menjadi US$10,6 juta dari US$10,88 juta. Beban keuangan menjadi US$4,4 juta dari US$7,4 juta. Rugi kurs menjadi US$2,1 juta dari US$6,05 juta.

Laba sebelum pajak menjadi US$86,81 juta dari US$7,35 juta. Beban pajak menjadi US$7,4 juta dari US$2,4 juta. Laba bersih menjadi US$79,36 juta dari US$4,8 juta.

Untuk total aset menjadi US$847,96 juta dari US$800,1 juta. Sementara total liabilitas menjadi US$484,28 juta dari US$515,8 juta.

Untuk ruang lingkup kegiatan bisnis INDR meliputi bidang usaha pemintalan benang, benang polyester filamen (termasuk benang mikrofilamen), polyester staple fibre, pet resin, tekstil grade chips dan kain polyester (grey dan kain jadi), investasi dan pengoperasian dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Pemegang saham pengendali Indo-Rama Synthetics Tbk adalah Indorama Holdings(I) Pte. Ltd (memiliki 2% saham INDR), singapura dan PT Irama Investama, yang dimiliki dan dikendalikan oleh Bapak Sri Prakash Lohia.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Indo-Rama Synthetics Tbk, antara lain PT Irama Investama (49,00%) dan HSBC Fund Services, Lynas Asia Fund (8,18%).

Saham INDR pada Rabu pagi dibuka di Rp6.675 per saham. Dalam setahun terakhir harga tertinggi saham INDR di Rp9.600 per saham pada penutupan 22 Juni 2018. Sedangkan harga terendah di Rp1.250 per saham pada penutupan 16 Maret 2018.

Komentar

Embed Widget
x