Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 14:13 WIB

Ridwan Kamil Copot Ahmad Irfan dari Posisi Bos bjb

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 11 Desember 2018 | 18:36 WIB
Ridwan Kamil Copot Ahmad Irfan dari Posisi Bos bjb
(Foto: inilahcom/Fadil Dj)

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mencopot Ahmad Irfan sebagai Direktur Utama PT Bank Jawa Barat dan Banten (BJBR). Siapa gantinya?

Keputusan tersebut dihasilkan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BJBR di Bandung, Selasa (11/12/2018). Di mana, Pemprov Jabar sebagai pemegang mayoritas saham BJBR, menunjuk orang baru.

Kang Emil, panggilan akrab Gubernu Jabar beralasan, pencopotan Irfan justru melempangkan langkah bjb dalam merubah haluan visi misinya sebagai BUMD yang membangun Jabar ke arah yang lebih baik, serta pro rakyat.

"Sebagai pemegang saham, Kami menitipkan visi baru penguatan sebagai bank pembangunan, selama ini bjb sudah luar biasa keren untuk consumer jadi 60% kan di consumer banking. Tapi kota-kota kabupaten butuh pinjaman bjb untuk membangun jembatan pasar dll," kata Kang Emil.

"Nah kami titipkam visi baru ini untuk dijadikan sebuah konsep baru membangun bjb," tambahnya.

Emil membantah bahwa pencopotan ini merupakan akibat dari kinerja bank bjb yang belum baik. Kata dia, selama kepemimpinan Irfan, bjb berkembang cukup pesat. "Kami sangat senang dengan kinerja direksi pertumbuhan kredit meningkat pesat, kredit macet sedikit, aset meningkat sehingga kami apresiasi kinerja direksi dan komisaris saham juga bagus," katanya.

Maka dari itu, Ridwan menantang bjb untuk merubah haluan visi misinya ke arah yang pro rakyat, dengan memberikan kredit bagi sektor UMKM, pasalnya selama ini kata dia, porsi kredit bjb terhadap UMKM di Jabar hanya 5%. "Ternyata UMKM peluang besar yang kurang dimaksimalkan dari 100% kegiatan bjb kredit UMKM hanya 5% padahal 60% ekonomi Jabar ada di UMKM," katanya.

"Oleh krena itu kami membutuhkan sosok baru yang bisa menjawab tantangan ini. Oleh karena itu Dirut diberhentikan tapi boleh mengikuti lagi fit proper di tantangan baru ini," katanya.

"Kalau pak Irfan bisa meyakinkan di fit and proper melalui visi baru jadi bang pembangunan dan mikro bukan tidak mungkin beliau bisa diangkat lagi lewat sebuah proses. Tapi karena kita ingin fair kita buka diri ke pihak lain di bank pembangunan atau mikro untuk jadi warna baru bjb," katanya.

Untuk menggantikan posisi sementara Irfan, Pemprov Jabar menunjuk Agus Mulyana, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko bank bjb sebagai Pelaksana Tugas (Plt) sampai Maret 2019. [ipe]


Komentar

Embed Widget
x