Find and Follow Us

Selasa, 22 Oktober 2019 | 12:55 WIB

Awali Sesi I, IHSG 11 Poin di Angka Merah 6.101

Oleh : Ahmad Munjin | Selasa, 11 Desember 2018 | 09:38 WIB
Awali Sesi I, IHSG 11 Poin di Angka Merah 6.101
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pada sesi pertama perdagangan Selasa (11/12/2018) hingga pukul 09.07 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 11 poin (0,2%) ke posisi 6.101.

Sebanyak 75 saham menguat, 62 saham melemah, 66 saham stagnan, dan saham-saham lainnya tidak ditransaksikan.

Sepanjang 7 menit pertama perdagangan, indeks mencapai tertingginya di angka 6.107 atau melemah 4 poin dan mencapai terendahnya di 6.095 atau melemah 16 poin dari posisi pembukaan di angka merah 6.095.

Menurut riset PT Valbury Sekuritas Indonesia, sentimen pasar dari dalam negeri hari ini adalah realisasi pembayaran bunga utang pemerintah mencapai Rp251,1 triliun atau tumbuh 19,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp210,5 triliun hingga November 2018.

Realisasi pembayaran bunga utang tersebut telah melampaui 105,2% dari pagu APBN 2018, yaitu sebesar Rp238,6 triliun. Kewajiban pemerintah membayar cicilan maupun bunga utang akan kian mempersempit ruang fiskal ke depan.

Pasalnya, kemampuan pendapatan negara dari perpajakan masih lebih rendah dari pinjaman yang dilakukan.

Selain itu, OPEC bersama aliansi termasuk Rusia, sepakat untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) selama enam bulan pertama di 2019. Pengurangan volume produksi itu dalam menghadapi permintaan berulang Presiden AS Donald Trump untuk harga minyak yang lebih rendah.

Keputusan OPEC dan aliansinya ini, mempengaruhi harga minyak dunia, dan dampaknya bisa berimbas bagi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sementara itu, sentimen pasar dari luar negeri adalah kabar perundingan perdagangan AS-China yang harus mencapai kesepakatan pada 1 Maret mendatang. Jika tidak mencapai kesepakatan dikhawatirkan AS akan mengenakan tarif baru terhadap produk China.

Hal tersebut berkaitan dengan hasil kesepakatan Trump dan Xi Jinping setelah menyetujui gencatan senjata yang menunda kenaikan tarif AS yang direncanakan pada 1 Januari hingga 25% dari 10% pada barang-barang Cina senilai US$ 200 miliar saat menegosiasikan kesepakatan perdagangan selama 90 hari.

Penangkapan Chief Financial Officer Huawei Meng Whanzou oleh Kanada yang dilakukan atas permintaan AS, ditanggapi serius oleh Cina. Cina dengan tegas meminta pihak Kanada untuk segera melepas orang yang ditangkap ini dan melindungi hak-haknya, jika tidak maka Kanada harus menerima tanggung jawab penuh untuk konsekuensi serius yang ditimbulkan.

Penangkapan diduga mengakali aturan untuk berbisnis dengan Iran yang diembargo AS. Penangkapan ini menuai perhatian besar dan telah mengguncang pasar global di tengah kekhawatiran bahwa kejadian itu bisa semakin mengobarkan perang dagang antara AS dan Cina.

Dari sentimen di atas kekhawatir pasar berkenaan dengan penangkapan seorang eksekutif puncak di Huawei sedikit mereda, tercermin saham AS menguat terbatas pada Senin. Sentimen ini dapat membawa katalis positif bagi pasar Asia serta membuka peluang bagi IHSG untuk naik pada perdagangan saham hari ini.

Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp346,8 miliar dan Rp45,4 miliar di pasar negosiasi. Total transaksi mencapai Rp392,2 miliar.

Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp166 miliar dan penjualan saham senilai Rp222 miliar. Alhasil, investor asing mencatatkan penjualan saham bersih (net foreign sell) sebesar Rp56 miliar. [jin]

Komentar

Embed Widget
x