Find and Follow Us

Selasa, 22 Oktober 2019 | 13:21 WIB

Perang Dagang AS-Tiongkok, Pasar Obligasi Cemas

Oleh : Ahmad Munjin | Selasa, 11 Desember 2018 | 09:01 WIB
Perang Dagang AS-Tiongkok, Pasar Obligasi Cemas
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Meningkatnya kekhawatiran akan terjadinya perlambatan ekonomi seiring masih terjadinya perang dagang antara AS dan Tiongkok membuat pasar obligasi AS melemah.

"Tentunya dapat berimbas pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri sehingga pergerakan imbal hasilnya masih berpotensi kembali meningkat," kata Reza Priyambada, analis senior CSA Research Institute di Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Diharapkan sentimen dari dalam negeri masih ada yang lebih positif sehingga mampu mengurangi potensi pelemahan tersebut. "Untuk itu, tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," ujarnya.

Kemarin, kembali melemahnya laju rupiah dan perkiraan akan kembali meningkatnya laju imbal hasil obligasi AS membuat pergerakan pasar obligasi dalam negeri masih melanjutkan pelemahannya. "Aksi jual pun masih kerap terjadi seiring masih adanya kekhawatiran akan risiko global ke depannya. Adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri belum cukup kuat mengangkat pasar obligasi," papar dia.

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 7,69 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 4,58 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 5,55 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak turun. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 91,09% memiliki imbal hasil 8,05% atau naik 0,11 bps dari sebelumnya di harga 91,48% memiliki imbal hasil 7,94%.

Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 91,62% memiliki imbal hasil 8,38% atau naik 0,07 bps dari sehari sebelumnya di harga 92,25% memiliki imbal hasil 8,31%.

Pada Senin (10/12), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,61 bps di level 107,92 dari sebelumnya di level 108,58. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,17 bps di level 104,56 dari sebelumnya di level 104,74.

Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,08% dari sebelumnya di level 8,05% dan US Govnt bond 10Yr di level 2,839% dari sebelumnya di level 2,84% sehingga spread di level kisaran 523,7 bps lebih tinggi dari sebelumnya 520,4 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi cenderung meningkat. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 9,70%-9,75%.

Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,10%-10,12%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,82%-11,96%, dan pada rating BBB di kisaran 14,25%-14,36%. [jin]

Komentar

Embed Widget
x