Find and Follow Us

Rabu, 24 Juli 2019 | 12:06 WIB

Sentimen Negatif Desember Hempaskan Rupiah

Senin, 10 Desember 2018 | 11:45 WIB
Sentimen Negatif Desember Hempaskan Rupiah
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi (10/12/2018), melemah 26 poin ke posisi Rp14.508 dibandingkan sebelumnya Rp14.482 per dolar AS (US$).

"Pergerakan rupiah kembali melemah dibayangi oleh pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 18-19 Desember nanti mengenai kebijakan suku bunga the Fed," kata Analis CSA Research Institue Reza Priyambada di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Ia menambahkan, pelemahan rupiah juga masih dipengaruhi oleh masih adanya keraguan mengenai hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China yang diperkirakan masih berpotensi memanas. "Faktor eksternal masih membayangi arah pergerakan rupiah," katanya.

Ia mengharapkan sentimen positif mengenai peningkatan cadangan devisa dapat menahan pelemahan rupiah lebih dalam agar tidak membuat pasar khawatir mengenai perekonomian nasional.

Berdasarkan data Bank Indonesia, posisi cadangan devisa Indonesia tercatat US$117,2 miliar pada akhir November 2018, meningkat dibandingkan dengan US$115,2 miliar pada akhir Oktober 2018.

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih menambahkan, ada potensi mata uang rupiah bisa sedikit menguat dengan sentimen naiknya posisi cadangan devisa pada bulan November 2018.

"Posisi yang membaik ini akan menjadi sentimen positif untuk rupiah karena ditopang dengan suplai yang membaik. Untuk bulan Desember 2018 kami perkirakan juga ada potensi kenaikan seiringan dengan penerbitan obligasi global pemerintah senilai 3 miliar dolar AS," paparnya.

Ia memproyeksikan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.450-Rp14.470 per US$ pada awal pekan ini, tetap dalam penjagaan Bank Indonesia (BI). [tar]

Komentar

Embed Widget
x