Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 13:41 WIB

Keamanan Diragukan, Huawei Gelontorkan US$2 M

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 9 Desember 2018 | 03:03 WIB

Berita Terkait

Keamanan Diragukan, Huawei Gelontorkan US$2 M
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, London - Raksasa teknologi China Huawei telah berjanji US$2 miliar dalam upaya untuk meringankan kekhawatiran badan keamanan Inggris atas peralatan dan perangkat lunaknya.

Financial Times melaporkan Jumat (7/12/2018) bahwa eksekutif Huawei bertemu dengan pejabat senior dari Pusat Keamanan Global GCHQ pekan ini. Perusahaan telah menyetujui beberapa ketentuan yang akan merombak praktiknya di Inggris. Baik FT dan Reuters melaporkan bahwa mereka telah berkomitmen US$2 miliar untuk mengatasi tuntutan keamanan Inggris.

Spesifik seputar ketentuan perjanjian tidak diungkapkan dalam salah satu laporan. Namun, Huawei dikatakan telah setuju untuk menulis surat resmi ke NCSC yang menjelaskan perjanjiannya untuk mengatasi masalah yang diangkat, menurut FT.

Pertanyaan telah diajukan atas keterlibatan Huawei dalam jaringan 5G masa depan Inggris. Pada hari Rabu, perusahaan telekomunikasi AS BT mengatakan akan mengecualikan perusahaan China dari menyediakan teknologi untuk jaringan 5G intinya. Huawei telah dilarang menyediakan teknologi untuk 5G di AS, Australia, dan Selandia Baru.

Seorang juru bicara NCSC mengatakan kepada CNBC melalui email Jumat: "Sebagaimana dijelaskan pada bulan Juli ... NCSC memiliki kekhawatiran tentang berbagai masalah teknis dan telah menetapkan perbaikan yang harus dilakukan perusahaan."

"Pemerintah AS dan operator telekomunikasi Inggris bekerja sama dengan Huawei untuk mengelola risiko keamanan dunia maya sambil memastikan Inggris dapat terus memanfaatkan teknologi baru," tambah mereka seperti mengutp cnbc.com.

Huawei tidak menanggapi beberapa permintaan untuk komentar.

Pada hari Rabu, Departemen Kehakiman Kanada mengatakan negara itu menangkap Meng Wanzhou, CFO perusahaan di Vancouver. Wanzhou segera menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat. Penangkapan ini terkait dengan pelanggaran sanksi AS terhadap Iran, pejabat Kanada mengatakan selama sidang pengadilan Jumat.

Otoritas AS telah menyelidiki Huawei, salah satu pembuat peralatan jaringan telekomunikasi terbesar di dunia, setidaknya sejak 2016 karena diduga mengirimkan produk asal AS ke Iran dan negara lain yang melanggar undang-undang ekspor dan sanksi AS, sumber mengatakan kepada Reuters pada bulan April.

Komentar

Embed Widget
x