Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 11:42 WIB

Kuartal III, Premi Asuransi Jiwa Hanya Naik Tipis

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 7 Desember 2018 | 17:45 WIB
Kuartal III, Premi Asuransi Jiwa Hanya Naik Tipis
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, premi hingga kuartal III-2018 mencapai Rp140,94 triliun. Naik 1,2% dibandingkan kuartal III-2017.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Ketua Bersama AAJI Wiroyo Karsono, dalam laporan kuartal III 2018 di Kantornya, Jakarta, Jumat, (7/12/2018).

Menurutnya, total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesar 94%.

Adapun total pendapatan (income), pertumbuhan industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 tercatat mencapai Rp149,87 triliun atau mengalami perlambatan 15,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 yang sebesar Rp177,42 triliun.

Secara keseluruhan walaupun Total Pendapatan Industri asuransi jiwa mencatat perlambatan sebesar 15,5%, namun pertumbuhan premi dan Total Klaim dan Manfaat yang Dibayarkan meningkat masingmasing 1,2% dan 6,7%. ini memberikan gambaran kinerja industri asuransi jiwa yang tetap tumbuh sampai dengan kuartal III 2018.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, total pendapatan premi asuransi jiwa yang mencapai Rp140,94 triliun, didorong oleh bertumbuhnya total premi bisnis baru, yang meningkat sebesar 6,4% menjadi Rp89,58 triliun dan berkontribusi sebesar 63,6% terhadap total premi.

"Ini lebih besar dibandingkan kontribusi Total Premi Lanjutan yang nilainya mengalami penurunan 6,8% menjadi Rp51,36 triliun, dan berkontribusi sebesar 36,4%," ujarnya.

Produk unit link masih mendorong pertumbuhan total pendapatan premi dengan kontribusi sebesar 58,4 persen dan produk tradisional menyumbang sebesar 41,6%. Premi dari saluran distribusi Keagenan turut mengalami pertumbuhan sebesar 6,2% dibanding periode yang sama tahun 2017 dan memiliki kontribusi terhadap total premi sebesar 39,7%.

Selanjutnya, dari saluran distribusi alternatif pun turut mengalami peningkatan sebesar 2,5% yang berkontribusi sebesar 18,3% terhadap total premi di kuartal ketiga 2018.

Total Investasi pada kuartal ketiga 2018, mengalami perlambatan 0,02% menjadi Rp457,55 triliun dibandingkan dengan periode yang sama di 2017. Penurunan tersebut sehubungan dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif. Namun demikian, Total Investasi tetap mengalami kenaikan sebesar 2,6% dibanding kuartal kedua 2018.

Instrumen investasi dalam bentuk reksadana tetap menjadi kontributor tertinggi yaitu sebesar 33,3% dari total investasi industri asuransi jiwa di Indonesia. Disusul instrumen investasi dari Saham dengan kontribusi terhadap Total Investasi sebesar 32,4% dan mengalami kenaikan sebesar 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Industri asuransi jiwa terus tumbuh dan memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Industri Asuransi Jiwa juga mengalami perkembangan yang progresif, dan terus meningkatkan pelayanan kepada para nasabah," tutupnya. [ipe]


Komentar

Embed Widget
x