Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 08:22 WIB

Bos Mandiri Sebut Likuiditas Tahun Depan Ketat

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 6 Desember 2018 | 12:05 WIB

Berita Terkait

Bos Mandiri Sebut Likuiditas Tahun Depan Ketat
Direktur Utama PT Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Mandiri memprediksi likuiditas pada awal tahun depan akan mengetat, seiring lambatnya pertumbuhan dana. Tapi, hal ini diyakini tidak akan berdampak signifikan pada kinerja Bank Mandiri.

"Ya tahun depan dari sisi likuiditas agak mengetat ya," kata Direktur Utama PT Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Menurut dia, semua bank sudah melihat adanya pengetatan likuiditas pada tahun depan. Bahkan, semua bank dari akhir tahun ini sudah melihat peningkatan persaingan dana itu akan lebih ketat tahun depan.

"Jadi mungkin kalau tahun ini kredit Oktober 13 persen mungkin sampai akhir tahun bisa 13-14 persen. Mungkin kita berespektasi mungkin akan flat atau bahkan sedikit menurun dari tahun ini," ujar dia.

Dengan demikian, dia berharap kedepan Bank Indonesia (BI) memberi kelonggaran likuididas. Termasuk kepada penggunaan average terus dilanjutkan.

"Supaya ada ruang ekspansi menggunakan funding yang ada di neraca perbankan," kata dia.

Selain itu, pihaknya berharap ke depan ada dana asing yang masuk kedalam negeri ke lantai bursa. Dengan masuknya dana portofolio diyakini akan membuat likuiditas tahun depan akan melonggar.

"Jadi harapan tahun depan, setelah semester satu akan tight, tapi setelah semester II, setelah lebaran, pilpres moga moga nanti likuiditas bisa melonggar. Kalau setelah pilpres dan setelah lebaran kalau likuiditas melonggar pertumbuhan kreditnya bisa selaras lagi di semester II," kata dia.

Sampai kuartal 3 2018, pertumbuhan kredit Bank Mandiri sebesar 13,8% yoy menjadi Rp 781 triliun dari periode sama 2017 Rp 686,2 triliun.

Pertumbuhan kredit ini didorong beberapa sektor. Antara lain dari bisnis internasional yang tumbuh 276% yoy menjadi Rp 3,8 triilun. Kemudian dari kredit large corporate dan kelembagaan yang naik 27,6% yoy menjadi Rp301,4 triliun.

Selanjutnya pertumbuhan kredit sampai kuartal III-2018 didorong kredit mikro yang tumbuh 27,1% yoy menjadi Rp 97,5 triliun. Kemudian, kredit perusahaan anak juga tumbuh 20,1% yoy menjadi Rp 96,4 triliun.

Terakhir kredit konsumer juga tumbuh 12,7% yoy menjadi Rp 85 triliun. Dua segmen kredit yang masih turun sampai kuartal III-2018 adalah dari UKM yaitu turun 6,8% yoy menjadi Rp 55 triliun kemudian middle corporate turun 9,9% yoy menjadi Rp141,9 triliun. [jin]

Komentar

x