Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 09:23 WIB

Wall Street Masih Mampu Naik

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 4 Desember 2018 | 19:55 WIB
Wall Street Masih Mampu Naik
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, New York - Bursa saham berjangka AS menunjukkan pembukaan negatif pada Selasa (4/12/2018) di tengah pertanyaan apakah perjanjian perdagangan AS-China akan menyelesaikan sengketa kedua negara dalam jangka panjang.

Sekitar pukul 7:10 pagi, Dow Jones Industrial Average berjangka diperdagangkan 122 poin lebih rendah, menyiratkan penurunan 119,43 poin pada pembukaan. Indeks S & P 500 dan Nasdaq 100 futures juga jatuh, seperti mengutip cnbc.com.

AS dan China selama akhir pekan menyetujui KTT G-20 di Argentina untuk menunda tarif tambahan pada barang satu sama lain pada tanggal 1 Januari, untuk memungkinkan pembicaraan perdagangan berlanjut.

Tetapi perbedaan tentang kapan gencatan senjata akan dimulai telah menyebabkan kebingungan. Sementara penasehat ekonomi Presiden Donald Trump, Larry Kudlow, mengatakan kepada wartawan Senin bahwa gencatan senjata akan mulai dari 1 Januari, Gedung Putih kemudian mengeluarkan pernyataan yang dikoreksi mengatakan bahwa periode gencatan senjata 90-hari akan dimulai pada 1 Desember.

AS dan China telah terlibat dalam pertandingan tanding yang tegang atas perdagangan, dengan kedua negara saling memukul ekonomi masing-masing dengan pungutan atas barang-barang impor. Pemerintahan Trump sejauh ini telah menampar tarif impor Cina senilai US$250 miliar. Sementara pemerintah Presiden China, Xi Jinping telah mengenakan tarif sebesar US$110 miliar untuk barang-barang AS.

Di tengah keraguan mengenai apakah keduanya dapat mencegah eskalasi lebih lanjut ke perang dagang, Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada hari Senin mengatakan kepada CNBC bahwa dia "sangat berharap" kedua negara dapat mengubah perdagangan gencatan senjata menjadi "kesepakatan nyata."

Komentar

Embed Widget
x