Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 13:25 WIB

Ada Diskon Pajak bagi Perusahaan Go-Public

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Senin, 3 Desember 2018 | 15:37 WIB

Berita Terkait

Ada Diskon Pajak bagi Perusahaan Go-Public
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah terus mengkaji kemudahan perusahaan tertutup untuk melantai di bursa dengan Initial Public Offering (IPO). Salah satunya, dengan memberikan insentif pajak bagi calon emiten tersebut.

"Sebetulnya kan yang dilakukan selama ini melalui perpajakan kita akan memberikan supaya mereka lebih listed dengan tax perubahan kalau mereka bisa listed supaya mereka bisa (IPO)," kata Sri Mulyani saat ditemui di Hotel Ritz-Charlton dalam acara CEO Networking dalam rangkaian HUT ke-41 Pasar Modal Indonesia, Senin (3/12/2018).

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini masih banyak perusahaan keluarga yang besar, namun belum menjadi perusahaan publik, seperti grup Adaro dan Indofood.

"Franky punya banyak perusahaan yang bisa dilistinglah. Pak Boy Thohir juga punya banyak," katanya.

Menurutnya semakin banyak perusahaan yang Go-Public, semakin baik bagi perekonomian nasional. Sri Mulyani pun mengapresiasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang pada tahun ini bisa mengajak lebih dari 50 perusahaan untuk Go-Public.

"Kita evaluasi sepanjang 1 tahun ini, tahun kan cukup banyak. Concernnya bukan cuma itu saja. Nanti kita lihat. Tapi saya tentu mendorong para perusahaan-perusahaan itu untuk listed. Karena itu baik bagi perekonomian kita," katanya.

Dia menyebutkan sebetulnya insentif pajak yang diberikan pemerintah sudah ada sejak 10 tahun lalu, namun ketika itu respons dari para pelaku usaha masih kecil sekali, baru 1-2 tahun terakhir terlihat dampak dari insentif yang diberikan dengan marakanya perusahaan yang Go-Public.

"Sebetulnya policy sudah dilakukan hampir 10 tahun yang lalu. Waktu periode sebelumnya. Waktu kita launch kan ga terlalu banyak waktu itu. Kemudian baru tahun ini kita lihat efektivitasnya. Apakah ada revisi aturan, selalu kita terbuka untuk seluruh policy perpajakan yang selama ini sudah kita lakukan dan sudah memiliki periode yang cukup panjang kita akan liat efektivitas nya apakah masih diperlukan atau tidak apakah perlu dimodifikasi berdasarkan tantangan sekarang ini," katanya. [jin]

Komentar

Embed Widget
x