Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 00:40 WIB

Ini Andalan PT Dafam Keluar dari Kerugian

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 3 Desember 2018 | 10:01 WIB
Ini Andalan PT Dafam Keluar dari Kerugian
PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) mencatat kerugian Rp4,03 miliar per 30 September 2018 dari periode yang sama tahun 2017 yang mencatat laba bersih sebesar Rp1,83 miliar.

Kerugian ini karena ada penyesuaian proforma tahun lalu sebesar Rp12,63 miliar. Untuk itu pada periode sembilan bulan pertama, perseroan mencatat lonjakan beban penjualan menjadi Rp3,77 miliar. Sedangkan beban umum dan beban administrasi naik 11,61% menjadi Rp33,81 miliar.

Pada periode ini, pendapatan bersih perseroan menjadi Rp96,19 miliar dari Rp84,50 miliar. Demikian mengutip keterangan resmi perseroan pada akhir pekan lalu.

Perseroan menjelaskan pendapatan periode ini berasal dari jasa hotel sebesar Rp47,08 miliar. Pendapatan hotel Dafam melonjak 41,51% ketimbang periode sembilan bulan pertama tahun lalu.

Pendapatan real estate Dafam mencapai Rp 20,06 miliar, tumbuh 24,21% dari tahun lalu. Pendapatan jasa manajemen perhotelan Dafam meningkat 50,10% menjadi Rp7,25 miliar. Sedangkan pendapatan penyewaan dan pendapatan lain-lain turun.

Sementara total aset perseroan menjadi Rp304,07 miliar, dari per 31 Desember 2017 sebesar Rp280,91 miliar. Sedangkan untuk total liabilitas perusahaan menyusut menjadi Rp259,13 miliar dari periode Desember 2017 sebesar Rp273,80 miliar.

Ekuitas DFAM melonjak menjadi Rp44,94 miliar dari periode Desember 2017 sebesar Rp7,11 miliar setelah IPO pada 27 April 2018 lalu.

Saat ini, perseroan tengah mengembangkan proyek baru bekerjasama operasi (KSO) dengan PT Tiga Putra Rahma Perkasa (TPRP) untuk empat proyek hunian komersial. Pengembangan proyek baru merupakan strategi perseroan dalam mengejar pertumbuhan pendapatan tahun ini sebesar Rp190 miliar.

Beberapa proyek perseroan dikerjakan anak usaha seperti PT DMB dan PT TPRP bersepakat untuk membentuk Dafam Tiga Putra untuk menyelesaikan pembangunan, pengembangan serta penjualan hunian di Kabupaten Madiun dan Magetan, Jawa Timur seluas 79.866 meter persegi.

DFAM adalah emiten yang bergerak dalam bisnis pengembangan properti, pengelolaan gedung, sewa gedung, perhotelan dan jasa manajemen hotel melalui entitas anak. Saat ini, Dafam Property telah berada di 16 kota mengoperasikan 23 hotel, 1 villa, 1 resort, dengan total 2.301 kamar.

Pada tanggal 16 April 2018, DFAM memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham DFAM (IPO) kepada masyarakat sebanyak 400.000.000 dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp115 per saham disertai dengan Waran Seri I sebanyak 300.000.000 dengan harga pelaksanaan Rp143 per saham.

Saham dan waran tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 April 2018.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Dafam Property Indonesia Tbk, yaitu PT Dafam, dengan persentase kepemilikan sebesar 64,38%.

Komentar

Embed Widget
x