Find and Follow Us

Minggu, 26 Mei 2019 | 15:59 WIB

Kenapa KPPU Denda ROTI hingga Rp2,5 M?

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 28 November 2018 | 05:09 WIB
Kenapa KPPU Denda ROTI hingga Rp2,5 M?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan untuk mendenda PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) sebesar Rp2,8 miliar.

Denda tersebut dijatuhi karena ROTI terlambat melakukan pelaporan akuisisi saham perusahaan roti dengan merek BonChef, PT Prima Top Boga.

Pemilik merek Sari Roti ini melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 jo dan Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010.

Dalam keterangan resmi Selasa (27/11/2018) KPPU disebutkan bahwa Ketua Majelis Komisi, Ukay Karyadi serta Anggota Komisi, Guntur S Saragih dan Dinni Melanie, memutus terlapor yakni PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk, untuk membayar denda sebesar Rp2,8 miliar. Denda tersebut harus disetor ke Kas Negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha Satuan Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

Dalam pembacaan putusan juga dijelaskan ROTI melakukan akuisisi pengambilalihan saham terhadap PT Prima Top Boga pada tanggal 24 Januari 2018. Jumlah sahamnya mencapai 32.051 lembar saham melalui penerbitan saham baru yang diambilalih dengan cara penambahan modal senilai Rp31,49 miliar.

Dalam proses yang panjang, melalui Direktorat Merger, disampaikan bahwa berdasarkan penghitungan hari kalender, pemberitahuan pengambilalihan saham perusahaan PT Prima Top Boga seharusnya diberitahukan kepada Komisi paling lambat pada tanggal 23 Maret 2018. Namun terlapor melaporkan pengambilalihan saham pada tanggal 29 Maret 2018.

Dengan demikian, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010, bahwa terlapor wajib memberitahukan kepada Komisi mengenai pengambilalihan saham Selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari kalender. [jin]

Komentar

x