Find and Follow Us

Selasa, 22 Oktober 2019 | 12:43 WIB

Bank Mandiri Ikut Kredit Sindikasi Toldakot Rp3 T

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 27 November 2018 | 16:07 WIB
Bank Mandiri Ikut Kredit Sindikasi Toldakot Rp3 T
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk (BMRI) mengeluarkan sedikitnya Rp3 triliun untuk ikut membiayai pembangunan 6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta.

Proyek ruas tol tersebut Tahap I Ruas Semanan Sunter dan Sunter Pulogebang dengan total panjang tol kurang lebih 30 KM senilai Rp13,7 triliun.

Kredit investasi yang diberikan tercatat menjadi pembiayaan sindikasi terbesar yang pernah diberikan untuk pembangunan jalan tol. Kredit sindikasi ini dinikmati PT Jakarta Tollroad Development (JTD) Jaya Pratama, milik Pembangunan Jaya Group.

Jumlah perbankan dan lembaga keuangan yang terlibat juga menjadi yang terbanyak, yakni 29 bank yang terdiri 24 bank konvensional dan 5 bank syariah.

Selain sebagai Joint Mandated Lead Arranger (JMLA) Coordinator, Bank Mandiri bersama perusahaan anak Bank Syariah Mandiri (BSM) menjadi group kontributor terbesar dengan total pembiayaan Rp3 triliun. Adapun limit yang Bank Mandiri berikan adalah Rp2 triliun dan BSM Rp1 triliun.

"Tidak hanya program-program Pemerintah yang mayoritas dilaksanakan oleh BUMN, kami juga mendukung keterlibatan swasta untuk turut berperan dalam percepatan pengadaan infrastruktur nasional," kata Senior EVP Large Corporate Bank Mandiri, Dikdik Yustandi saat menandatangani perjanjian kredit sindikasi bersama Direktur Utama PT JTD Jaya Pratama, Frans S Sunito serta direksi perbankan lain di Jakarta dalam keterangan resminya, Selasa (27/11/2018).

"Harapannya, swasta nasional juga semakin terdorong untuk meningkatkan kontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia secara keseluruhan."

Menurut Dikdik, keikutsertaan Bank Mandiri dalam sindikasi ini mengindikasikan konsistensi perseroan dalam mendukung program-program strategis Pemerintah, khususnya dalam percepatan penyediaan infrastruktur utama.

Selain itu, sindikasi ini menunjukkan peran Bank Mandiri sebagai salah satu katalis pertumbuhan ekonomi nasional dengan mendukung keikutsertaan kontraktor dan investor swasta untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

"Bank Mandiri memiliki komitmen yang kuat dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur penting, seperti pembangunan jalan tol, dan pembangunan bandara maupun pelabuhan laut. Untuk itu, kami memiliki produk-produk pembiayaan yang bisa dimanfaatkan, termasuk pada tahap pembebasan lahan, pembangunan konstruksi maupun tahap pengoperasian," jelas Dikdik.

Portofolio Bank Mandiri di jalan tol sendiri pada akhir triwulan III tahun ini berada di Rp12,3 triliun, naik 31% secara yoy. Dari total komitmen kredit jalan tol tersebut, Dikdik mengungkapkan, sebesar Rp10,1 triliun atau 82% disalurkan melalui skema sindikasi.

Bank Mandiri memperbesar portofolio dengan bersinergi bersama Bank dan lembaga Keuangan lainnya untuk bekerja sama. Ekspektasi ini terutama dalam membiayai proyek-proyek infrastruktur yang membutuhkan pembiayaan yang besar.

"Selain dapat meningkatkan nilai riil pinjaman yang diterima kontraktor, skema indikasi juga menjadi solusi terbaik baik kreditur seperti Bank Mandiri dalam mengelola risiko," kata Dikdik. [hid]

Komentar

Embed Widget
x