Find and Follow Us

Selasa, 25 Juni 2019 | 20:41 WIB

2019, Mandiri Syariah Genjot Fee Based Income 50%

Oleh : Ahmad Munjin | Selasa, 27 November 2018 | 02:05 WIB
2019, Mandiri Syariah Genjot Fee Based Income 50%
(Foto: Inilahcom/Ahmad Munjin)

INILAHCOM, Jakarta - Mandiri Syariah menargetkan kenaikan fee based income pada 2019 sebesar 50%.

"Alhamdulillah, di 2018 peningkatan fee based income sudah 50% dibandingkan 2017. Insya Allah tahun ini, fee based income dari transaksi sebesar Rp170 miliar dan insya Allah akan meningkat terus hingga akhir 2018," kata Riko Wardhana, Group Head Digital Banking Mandiri Syariah saat peluncuran Aisyah, sebuah aplikasi chatbot, di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Aisyah merupakan salah satu bentuk pengembangan digital banking. Aplikasi pintar yang merogoh kocek Mandiri Syariah hingga Rp400 juta ini, merupakan akronim dari asisten interaktif Mandiri Syariah yang berfungsi sebagai virtual customer service yang bisa melayani nasabah selama 7x24 jam.

Menurut Riko, mulai pertengahan 2018 dan ke depan, Mandiri Syariah fokus pada pengembangan digital banking. "Sebab, backgroud-nya kita lihat bahwa memang bank syariah secara umum masih merupakan tempat untuk menabung dan belum maksimal sebagai bank transaksional," ujarnya.

Oleh karena itu, pengembangan Mandiri Syariah diarahkan ke digital banking menjadi bank transaksional yang potensinya masih sangat besar. "Saat ini pengguna mobil banking masih sekitar 15% pengguna dari seluruh nasabah sebanyak 5,4 juta," ungkap dia.

Dengan fokus tersebut, pihaknya juga akan menggenjot kenaikan fee based income sekitar 50-an persen pada 2019. "Artinya, jika lebih dimasifkan kembali, insya Allah transaksi terus meningkat," tuturnya.

Dia menegaskan, investasi perseroan akan lebih banyak digelontorkan untuk kebutuhan digital banking ke depannya. "Bisa mencapai 30-40 persen dari total investasi IT sebesar Rp150 miliar di 2018," ungkap dia.

Pada 2018, e-channel menyumbang Rp175 miliar pada fee based income dan diharaokan mencapai Rp180 di akhir tahun. "Ini hanya dari transaksi e-channel. Angka ini, 20-an persen dari total fee based income," ucapnya.

Transaksi juga terbantu oleh program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dari Bank Indonesia. "Hal itu ditambah dengan QR code (Quick Response Code).Itu memang kami sudah kembangkan," ucapnya.

Per Agustus 2018, QR code sudah diluncurkan ke nasabah untuk pembayaran transaksi. "Sekarang ini sekitar 170-an merchant. Memang tidak terlalu banyak di pusat kota, tapi di beberapa tempat yang kami pikir adalah secara ekosistem sangat mendukung bank syariah," tuturnya.

Dia menyontohkan, pesantren-pesantren, masjid-masjid dan area-area yang memang mendukung penggunaan QR code. "Kira-kira strateginya seperti itu," kata dia.

Saat ini, 90% transaksi dilakukan melalui e-channel dan 10% di kantor cabang. Beberapa bank bahkan sudah kurang dari 10% untuk transaksi di cabang. "Sefangkan Kontribusi mobile banking sebesar 10-12% dari total transaksi," ucapnya.

Oleh karena itu, ATM masih memegang porsi terbesar untuk e-channel, lalu mobil banking dan internet banking. "Perkembangannya hampir sama di industri juga seperti itu. Artinya, ATM cenderung stagnan dan menurun, internet banking stagnan, tapi mobil banking menanjak trennya," papar dia.

Achmad Syafii, Direktur Technology and Operation mengatakan, pihaknya memanfaatkan sinergi dengan Mandiri sehingga nilai investasi untuk Chatbot Aisyah Rp400-an juta. "Angka ini hanya untuk persiapan sehingga tidak terlalu banyak karena dibantu sinergi dengan induk. Ini betul-betul custom," timpal dia.

Sekarang chatbot bisa diakses melalui Telegram, Facebook messenger, dan Lifechat yang tersedia di website perseroan. "Ke depannya, media channel lainnya akan kita terus tambahkan seperti Line dan media sosial lainnya sesuai dengan tingkat kepopulerannya supaya Chatbot Aisyah mudah diakses. Untuk mandirisyariah.co.id, Aisyah bisa langsung diakses tanpa perlu di-instal. Yang jawab Aisyah yang asli," paparnya.

Edhie Rosman, Group Head Central Operations Mandiri Syariah mengungkapkan hal senada. "Peluncuran Aisyah akan menambah pendapatan fee based income. Sebab, ada pembuka rekening secara online. Ini akan mempermudah nasabah. Semakin banyak nasabah yang buka rekening akan semakin banyak fee based yang didapat," tuturnya.

Ahmad Reza, Group Head Corporate Secretary menambahkan, "Kita berusaha memenuhi kebutuhan nasabah. Shifting masyarakat ke milenial, itu juga kita akomodir. Begitu juga yang terjadi di bank kinvensional. Jadi semuanya akan kita rilis satu per satu ke depannya tapi diprioritaskan pada kebutuhan masyarakat yang mendesak saat itu." [jin]

Komentar

x