Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 00:28 WIB

PGN Finalisasi Pembayaran Akuisisi PT Pertagas

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 27 November 2018 | 01:01 WIB
PGN Finalisasi Pembayaran Akuisisi PT Pertagas
(Foto: pgn)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyati mengatakan proses pembayaran dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk(PGAS) untuk 51% saham PT Pertagas sudah dalam finalisasi.

"Jadi sekarang sedang tahap finalisasi," kata Nicke di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Menurut Nicke, molornya pembayaran 51% saham Pertagas atas holding gas tersebut lantaran keduanya PGN adalah perusahaan terbuka. Untuk itu prosesnya membutuhkan waktu untuk menyelesaikan administasi.

"Karena PGN juga perusahaan Tbk (emiten di BEI) makanya ada prosedur prosedur yang harus dilalui, jadi masih dalam tahap proses," kata dia.

Adapun pembayaran akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama akan dilakukan pada tahun ini dengan menggunakan dana internal PGN. Tahap kedua dilakukan pada tahun depan.

Untuk tahap pertama, PGN akan membayar sebagian nilai akuisisi 51% saham Pertagas sebesar Rp16,6 triliun pada November 2018. Sisanya akan dibayar pada tahun depan.

Mustinya, PGN sudah bisa membayar akusisi Pertagas tahap Pertama pada 29 September 2018 atau 90 hari sejak ditandatanganinya perjanjian jual beli bersyarat (conditional sales purchase agreement/CSPA) pada 29 Juni 2018 lalu.

Namun pembayaran batal dilakukan karena masalah administrasi. PGN pun akhirnya menjadwalkan ulang pembayaran akuisisi Pertagas pada November 2018.

Dengan penandatanganan CSPA ini, PGN menjadi pemilik mayoritas Pertagas sebanyak 51%. Integrasi bisnis gas ini dilakukan guna mendorong program ketahanan energi nasional, melalui pengelolaan infrastruktur gas yang terhubung dari Indonesia bagian Barat (Arun) hingga Indonesia bagian Timur (Papua).

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengatakan, dengan penandatanganan CSPA ini, proses Holding BUMN Migas telah mencapai tahapan yang penting dan sejumlah tujuan baiknya dapat terwujud. Holding BUMN migas ini dapat menciptakan kedaulatan dan ketahanan energi yang membawa manfaat untuk masyarakat dan negara.

Setelah proses integrasi ini selesai, Pertamina sebagai Holding BUMN Migas mengarahkan PGN selaku Subholding Gas mengelola bisnis gas secara terintegrasi di Indonesia. "Pertagas akan diintegrasikan sebagai anak usaha PGN, dalam kerangka Holding Migas sebagaimana ditetapkan dalam PP No. 06 Tahun 2018," ujar dia. [hid]

Komentar

Embed Widget
x