Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 01:18 WIB

Manjakan Nasabah Milenial

Mandiri Syariah Belanja IT Rp150 Miliar di 2018

Oleh : Ahmad Munjin | Selasa, 27 November 2018 | 00:15 WIB
Mandiri Syariah Belanja IT Rp150 Miliar di 2018
(Foto: Inilahcom/Ahmad Munjin)

INILAHCOM, Jakarta - Selama 2018, Mandiri Syariah telah menggelontorkan dana sebesar Rp150 miliar untuk membangun infrastruktur Information technology (IT) berupa digital banking. Tujuannya tak lain dan tak bukan, untuk memanjakan para nasabah milenial.

Menurut Ahmad Reza, Group Head Corporate Secretary Mandiri Syariah, angka tersebut bakal dikerek naik naik pada tahun 2019 untuk investasi digital banking sebesar 30%.

"Kita berusaha memenuhi kebutuhan nasabah. Shifting masyarakat ke milenial, itu juga kita akomodir. Begitu juga yang terjadi di bank kinvensional," katanya saat peluncuran Aisyah, sebuah aplikasi chatbot, di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Aisyah, yang merogoh kocek investasi Mandiri Syariah hingga Rp400 juta ini, merupakan akronim dari asisten interaktif Mandiri Syariah yang berfungsi sebagai custemer center virtual yang bisa melayani nasabah selama 7x24 jam.

"Yang penting bagi kami adalah memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah. Semata-mata meningkatkan kepuasan nasabah," ujar Achmad Syafii, Direktur Technology & Operation Mandiri Syariah.

Menurut Achmad, pihaknya belum menghitung seberapa besar efisiensi dari chatbot tersebut, Akan tetapi, ke depan aplikasi itu akan mengurangi cost agent di call center. Meski begitu, ini tidak berarti akan berimplikasi pada pengurangan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Sebab, di chatbot pun sekarang kita tetap membutuhkan agent. Sebab, tidak semua pertanyaan bisa dijawab oleh chatbot secara langsung. Ada juga jawaban yang perlu campur tangan manusia," papar dia.

Menurut dia, perilaku masyarakat sekarang menginginkan serba digital. "Malas nelepon. Jika semua bisa dilayani oleh chatbot, otomatis yang menggunakan call center hanya untuk pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya layanan perbankan, melakukan hal-hal yang sifatnya humanis untuk berinteraksi," papar dia.

Dia yakin, untuk pertanyaan yang bisa dijawab oleh chatbot, nasabah akan lebih suka aplikasi pintar tersebut. "Pasti ada shifting cost yang lebih efisien. Sebab, semua di-handle oleh mesin. Intinya nasabah bisa terlayani cepat, anytimes dan di mana pun," tuturnya.

Untuk pembuatan rekening, nasabah bisa mengisi registrasi lewat chatbot sehingga di bank tidak perlu lagi registrasi. "Prinsip Know Your Customer (KYC) pun langsung jadi. Ke depannya, KYC yang masih menjadi syarat pembukaan rekening bisa lewat video, supaya nasabah tidak perlu hadir ke cabang," tandas dia. [jin]

Komentar

Embed Widget
x