Find and Follow Us

Minggu, 26 Mei 2019 | 16:17 WIB

Inilah Pemborong 15,75% Saham PT TUGU

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 26 November 2018 | 05:07 WIB
Inilah Pemborong 15,75% Saham PT TUGU
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) menjelaskan Salvitas Limited membeli 15,75% atau 280 juta saham perseroan.

Perusahaan cangkang asal Kepulauan Cayman, Salvitas Limited telah membeli 15,75% atau setara 280 juta saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU).

Pembelian saham tersebut dilakukan PT Sakti Laksana Prima pada 15 November 2018. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, akhir pekan lalu. "Kami sudah mengungkapkan bahwa ada perubahan baru pemegang kepemilikan saham kepada OJK," kata Direktur Salvitas Limited, Sua Fong Cha.

Sementara, Sekretaris Perusahaan TUGU, Rudi Donardi menyampaikan, pihaknya sudah menerima surat dari Salvitas Limited terkait pengambilan saham, pada 21 November 2018.

Dengan demikian komposisi pemegang saham perseroan adalah PT Pertamina sekitar 58,50%, PT Sakti Laksana Prima 15,84%, Siti Taskiyah Rp10,94%, masyarakat menguasai 10%, dan Mohamad Satya Permadi 4,72%.

"Kami sudah mengungkapkan bahwa ada perubahan baru pemegang kepemilikan saham kepada OJK," kata Cha melalui keterbukaan informasi BEI pada Jumat (23/11).

Sementara, Sekretaris Perusahaan TUGU, Rudi Donardi menyampaikan, pihaknya sudah menerima surat dari Salvitas Limited terkait pengambilan saham, pada 21 November 2018.

Dengan demikian, komposisi pemegang saham perseroan adalah PT Pertamina sekitar 58,50%, PT Sakti Laksana Prima 15,84%, Siti Taskiyah Rp10,94%, publik 10%, dan Mohamad Satya Permadi 4,72%.

TUGU adalah dalam bidang industri asuransi umum, reasuransi dan bisnis syariah yang baru saja melakukan IPO pada 17 Mei 2018, sebanyak 177.777.800 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp3.850 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 28 Mei 2018.

Perseroan juga baru menjadi perusahaan yang menjamin ganti rugi dalam musibah jatuhnya maskapai penerbangan Lion Air Group dengan jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018 lalu.

Apakah transaksi ini untuk mendukung proses ganti rugi tersebut ? Sebab bila dicermati, waktu transaksi saham oleh PT Sakti Laksana Prima selang beberapa hari usai musibah jatuhnya pesawat Lion Air.

Komentar

x