Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 12:28 WIB

BEI Segera Kaji Ulang Aturan Auto Rejection

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 22 November 2018 | 13:17 WIB

Berita Terkait

BEI Segera Kaji Ulang Aturan Auto Rejection
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) segera mengkaji ulang aturan auto rejection untuk saham yang baru saja diperdagangkan melalui penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Hal tersebut dikatakan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Laksono W Widodo saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (22/11/2018). "Dikajinya apa perlu dua kali auto rejection normal atau disamakan auto rejection-nya," kata Widodo.

Menurut Widodo, aturan terkait auto rejection menjadi penting, lantaran setiap kali ada emiten baru yang listing saham di pasar modal, harga sahamnya langsung melejit melebihi aturan yang ada sebesar 50% atau 70%.

"Ya kan kami melihat yang IPO-IPO ini kan naik harganya naiknya tinggi-tinggi ya, kami melihat apakah itu perlu diatur atau tidak," katanya.

Berdasarkan aturan BEI, untuk saham dalam rentang Rp50 sampai dengan Rp200, maka batas atas dan batas bawah yang diterapkan ialah 35%.

Kemudian, untuk saham yang berada dalam rentang Rp200 sama Rp5.000 memiliki batas atas dan bawah sebesar 25%. Lalu, batas atas dan bawah untuk harga saham di atas Rp5.000 adalah 20%.

Namun, khusus pada perdagangan perdana sendiri diberikan kebijakan khusus bisa mencapai dua kali lipat dari maksimal batas atas dan bawahnya. Artinya, pada perdagangan perdana emiten dengan harga Rp50-Rp200 memiliki batas pergerakan naik dan turun 70%, lalu harga saham Rp200-Rp5.000 sebesar 50%, dan harga saham di atas Rp5.000 sebesar 40%.

Menurut Widodo, kajian dilakukan juga bertujuan membuat pergerakan harga lebih normal. Sebab, kenaikan signifikan saham yang baru IPO dalam perdagangan perdananya disebut-sebut karena distribusi penjualan yang tidak merata.

"Distribusi tidak rapi, saham hanya dimiliki oleh beberapa orang," tutur Widodo. [hid]

Komentar

x