Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 12:57 WIB

Menakar Asa Konsumen Meikarta

Senin, 19 November 2018 | 13:20 WIB

Berita Terkait

Menakar Asa Konsumen Meikarta
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kasus hukum yang menimpa pengembang mega proyek Meikarta, menyisakan khawatiran bagi para konsumen apabila proyek tersebut mangkrak.

"Kasus Meikarta sempat buat saya khawatir dan itu manusiawi karena uang muka sudah saya bayarkan tidak kecil. Namun, saya mendengar pihak manajemen bahwa proyek terus berlanjut dan di lapangan pengerjaan jalan terus. Hal ini menjadi keyakinan bagi saya proyek ini tidak mangkrak," kata Iin Nur Indah, salah satu konsumen Meikarta di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, sejauh ini pihak pengembang masih tetap menjalankan komitmennya untuk terus menyelesaikan proyek tersebut. Apalagi, ada perjanjian terikat dan di atas kertas bahwa pengembang akan memberikan kompensasi 1% per bulan dari sisa pengerjaan bila tidak diselesaikan sesuai target perjanjian.

"Saya kan serah terima kunci 31 Oktober 2019 dan proyek apartemennya sendiri saat ini masih dalam pengerjaan," ungkap dia.

Dirinya berharap, terlepas dari persoalan hukum yang menimpa, manajemen Meikarta bisa memberikan win-win solution bagi konsumen. Kemudian, proses hukum yang berjalan diharapkan tidak mengganggu progres pengerjaan proyek.

Iin yang tinggal di Bandung dan membeli dua unit apartemen di Meikarta ini menaruh harapan besar, agar pemerintah bisa mendukung proyek properti yang tengah dikembangkan Meikarta.

Pasalnya, harga unit yang terjangkau ini sangat membantu masyarakat untuk mengakses hunian murah.

Pandangan yang sama juga disampaikan Dion Leoputra. Pembeli properti Meikarta ini menyampaikan optimismenya bahwa perusahaan sekaliber Lippo Group sebagai pengembang akan mampu menyelesaikan semua masalah hukum yang dihadapi tanpa merugikan konsumen.

"Harapan kami sebagai konsumen tentunya Meikarta akan terealisasi sesuai dengan yang dijanjikan," tandasnya.

Dia pun menyanyangkan atas kasus hukum yang menimpa Meikarta dan hal ini tentunya menimbulkan khawatiran bagi konsumen termasuk dirinya perihal keberlanjutan proyek tersebut.

Sejauh ini, kata Dion, dirinya belum merasa dirugikan selama pihak Meikarta tetap jalan dengan komitmennya dan tetap menyelesaikan kasus hukum ini.

"Sejauh ini pengembang tetap melanjutkan proyek sesuai dengan timeline yang telah dijanjikan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan Meikarta lewat Denny Indrayana, sebagai konsultan hukum Meikarta.

Pointnya adalah terkait kasus yang menjerat Meikarta di KPK. Sejauh ini perseroan menegaskan kasus hukum tersebut belum berdampak terhadap pembangunan. Artinya pembangunan tetap berjalan.

Namun, apabila konsumen khawatir perihal keberlanjutan proyek tersebut, lanjut Tulus, merupakan hal yang sah-sah saja transaksi jual beli untuk di-cancel. "Itu hak konsumen dan YLKI siap memberikan pendampingan. Tapi sepertinya kalau cancel tidak bisa 100% kembali," jelas dia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP REI, Paulus Totok Lusida pernah mengatakan, masalah yang tengah dihadapi Lippo sudah masuk ke ranah hukum. Namun dirinya berharap anggotanya tetap bekerja secara profesional tanpa merugikan konsumen.

"Ada proses untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun yang pasti REI selalu meminta para anggotanya untuk bisa bekerja secara profesional," imbuhnya. [jin]

Komentar

x