Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 05:31 WIB

Pehitungan Indeks Berdasarkan Saham Beredar

Ketergantungan pada Saham Kakap Bakal Tinggi

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Rabu, 14 November 2018 | 13:28 WIB
Ketergantungan pada Saham Kakap Bakal Tinggi
Mantan Direktur Utama BEI, Tito Sulistio - (Foto: inilahcom/Fadil Dj)

INILAHCOM, Jakarta - Rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan perhitungan indeks LQ45 dan IDX30 berdasarkan saham beredar di publik ataufree float mendapat sambutan baik dari pelaku pasar. Tapi, ada berapa hal yang perlu menjadi perhatian operator bursa.

Mantan Direktur Utama BEI, Tito Sulistio mengatakan, rencana BEI mengikuti praktik selayaknya di bursa lain tersebut adalah kebijakan BEI selaku operator bursa dan upaya meningkatkan porsi free float.

"Hanya diingat bahwa menambah porsifree float langsung berhubungan dengan unsur pendorong lain dipasar seperti besarnya permintaan, kekuatan pemodal, fasilitas perpajakan sampai usaha terbuka bursa mempromosikan kelebihan investasi di pasar modal," jelas Tito kepada media, di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Selain itu, papar Tito, ketergantungan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan ) terhadap beberapa saham dengan kapitalisasi besar menjadi persoalan. Pasalnya, rasio kapotalisasi pasarLQ 45 terhadap kapitalisasi pasar lebih kecil .

"Artinya bisa ditenggarai kalau perhitungan IHSG nantinya juga hanya berdasar free float maka dalam keadaan sekarang saja, ketergantungan IHSG terhadap saham berkapitalisasi besar akan lebih tinggi," tandas dia.

Untuk diketahui, saham tercatat LQ45 sebanyak 990 miliar lemba berbanding empat triliun lembar saham yang bukan LQ45. Padahal kapitalisasi pasar LQ45 mencapai Rp4.209 triliun, sedangkan kapitalisasi pasar selain LQ45 hanya Rp2.400 triliun.

"Artinya LQ45 63%, tapi jika hanya dihitung free float dan kapitalisasi pasar LQ45 mencapai 70%. Jadi kebijaksanaan itu mempunyai tantangan, yakni bisa memperbesar ketergantungan pasar terhadap emiten berkapitalisasi besar. Dampaknya, bahkan bisa mengganggu portofolio MI," papar Tito. [jin]

Komentar

Embed Widget
x