Find and Follow Us

Kamis, 25 April 2019 | 05:31 WIB

Akuisisi PT Holcim, SMGR Utang Sindikasi US$1,2 M

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Selasa, 13 November 2018 | 13:28 WIB
Akuisisi PT Holcim, SMGR Utang Sindikasi US$1,2 M
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anak Usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yakni PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) meraih fasilitas pinjaman senilai US$1,282 miliar dari Deutsche Bank cabang Singapura, Maybang Kim Eng Securities Pte Ltd, MUFG Bank Ltd dan Standard Chartered Bank.

Sekretaris Perusahaan SMGR, Agung Wiharto mengatakan, fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan untuk membeli 6,179 miliar lembar saham atau 80,6% saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMBC) milik Holderfin BV.

"SMGR dan SIIB terikat dengan ketentuan perjanjian seperti melakukan pembayaran fasilitas pinjaman selama dua tahun sejak penandatangan perjanjian fasilitas yakni tanggal 12 November 2018," tulis Agung dalam keterbukaan informasi, Selasa (13/11/2018).

Seperti diketahui, SIIB dan Holderfin BV. telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Bersyarat senilai USD 917 juta pada tanggal 12 November 2018.

Lebih lanjut, Direktur Utama SMGR, Hendi Prio Santoso menyampaikan beberapa tujuan strategis atas aksi korporasi ini, antara lain; untuk dapat mempertahankan posisi sebagai penguasa pasar semen di Indonesia.

"Dalam situasi industri semen nasional yang semakin kompetitif, kombinasi antara Semen Indonesia dan Holcim Indonesia akan membuatfoot printkami semakin besar dan kuat," kata Hendi.

Hendi menambahkan, akuisisi ini akan memperkuat jaringan penjualan dan produksi yang lebih luas, meningkatkan kemampuan untuk menawarkan produk yang semakin beragam bagi para pelanggan, serta menawarkan berbagai peluang yang lebih baik bagi para karyawan, pemasok, para rekanan dan pemangku kepentingan perusahaan.

"Selain akan menjadikan Semen Indonesia Group sebagai perusahaan semen terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan kapasitas 53 juta ton semen per tahun, transaksi ini juga merupakan wujud nyata sumbangsih BUMN dalam meningkatkan ketahanan industri semen nasional yang akan mendukung pembangunan berkesinambungan di tanah air," jelas Hendi.

Selanjutnya, berdasarkan POJK 9/2018, setelah transaksi pengambilalihan saham ini terlaksana, Semen Indonesia akan menyampaikan pernyataan Penawaran Tender Wajib atas 1,483 miliar lembar saham atau setara 19.4% kepemilikan saham Holcim Indonesia yang dimiliki oleh pemegang saham publik, kepada OJK.

Untuk diketahui, Holcim Indonesia merupakan perusahaan semen terbesar ketiga di Indonesia, memiliki 4 pabrik semen dengan kapasitas 14,8 juta ton per tahun dan 30 fasilitasready-mix.

Pengambilalihan saham Holcim Indonesia ini akan semakin memperkuat posisi Semen Indonesia di pasar domestik.

PT Semen Indonesia akan dapat memperluas jaringan pabrik semennya di dalam negeri, memperluas diversifikasi jenis produk yang ditawarkan, meningkatkan efisiensi khususnya biaya distribusi dan bahan baku, sekaligus memperkuat posisi bisnisready mixdengan berbagai variasi produk dan solusi yang dapat meningkatkan nilai tambah kepada parastakeholders. [jin]

Komentar

x