Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 09:09 WIB

IPO di BEI Terbanyak di Kawasan ASEAN

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 10 November 2018 | 01:01 WIB

Berita Terkait

IPO di BEI Terbanyak di Kawasan ASEAN
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) harus bisa menerapkan pola kerja yang efisien dengan dukungan efektivitas aktivitas transaksi. Tujuannya, agar kembali mampu merangkul perusahaan tercatat sebanyak 66 emiten per tahun seperti yang terjadi saat pemberlakuan Pakto 88.

Pernyataan tersebut diungkapkan mantan Direktur Utama BEI, Tito Sulistio di Jakarta, Jumat (9/11/2018). "Angka 66 emiten per tahun akan terlampui, jika efisiensi kerja bursa didukung oleh efektivitas aktivitas transaksi," kata Tito.

Menurut Tito, PT Dewata Freightinternational Tbk telah mencatatkan sejarah sebagai emiten ke-50 di 2018. "Mencatatkan 50 tidak mudah. Betul bahwa pernah tercatat sebanyak 66 perusahaan dalam setahun," ujarnya.

Namun, kata dia, raihan sebanyak 66 emiten per tahun tersebut karena adanya pemberlakuan aturan yang sangat liberal di sektor perbankan. Lebih lanjut, Tito mengapresiasi capaian BEI yang mampu merangkul 50 perusahaan menjadi emiten saham di 2018.

Tito menyebutkan, saat kondisi bursa global dihadapkan pada situasi ketidakpastian, pencapaian tersebut merupakan sejarah terbesar kedua setelah 47 emiten tercatat di 1994 dan 37 emiten pada 2017.

"Sampai September 2018, Singapura hanya 14 emiten baru, Vietnam delapan emiten, Malaysia sebanyak 16 emiten, Thailand ada tujuh emiten, bahkan Filipina hanya satu emiten," tutur Tito.

Bagi Tito, selama lima tahun terakhir jumlah emiten Indonesia bertumbuh 24 persen dari 473 emiten menjadi 612 emiten. "Bandingkan dengan Malaysia yang tidak growth atau stagnant di 910 emiten atau Singapura yang bahkan minus 4 persen," ucapnya.

Tito mengungkapkan, jika berkeinginan mengulang sukses meraih 66 emiten per tahun, maka BEI mesti bekerja secara efisien mempersiapkan kerangka kerja, mendistribusikan informasi pasar modal, memastikan order transaksi bisa lebih terfasilitasi dan melakukan efisiensi pada biaya transaksi.

"BEI sewajarnya bisa secara efektif mengembalikan dana yang diakumulasi kepada industri. Pasar modal tidak akan menjadi penyebab krisis, tetapi imbasnya akan selalu naik lebih dahulu dari bertumbuhnya perekonomian dan sebaliknya akan tergerus mendahului krisis keuangan," paparnya. [hid]

Komentar

x