Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 12:21 WIB

China Siap Merapat ke Meja Perundingan Bertemu AS

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 6 November 2018 | 13:35 WIB

Berita Terkait

China Siap Merapat ke Meja Perundingan Bertemu AS
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Beijing - Wakil Presiden Wang Qishan menegaskan China siap untuk berdiskusi dengan Amerika Serikat dan bekerja untuk menyelesaikan masalah perdagangan karena dua ekonomi terbesar di dunia akan kehilangan konfrontasi.

Presiden AS, Donald Trump telah mengancam akan memberlakukan tarif lebih lanjut pada impor Cina senilai US$267 miliar ke Amerika Serikat jika kedua negara tidak dapat mencapai kesepakatan tentang perdagangan, menjelang pertemuan yang diharapkan dengan Presiden China Xi Jinping akhir bulan ini.

"Baik Cina dan AS akan senang melihat kerjasama perdagangan dan ekonomi yang lebih besar," kata Wang kepada Forum Ekonomi Baru Bloomberg di Singapura.

"Pihak China siap untuk berdiskusi dengan AS tentang isu-isu yang menjadi perhatian bersama dan bekerja untuk solusi perdagangan yang dapat diterima kedua belah pihak," katanya.

"Dunia saat ini menghadapi banyak masalah besar yang membutuhkan kerja sama erat antara China dan Amerika Serikat," katanya. "Ini adalah keyakinan teguh kami bahwa China dan AS akan memperoleh keduanya dari kerjasama dan kalah dari konfrontasi."

Wang mengumandangkan komentar oleh Xi pada hari Senin di sebuah pameran perdagangan besar bahwa Beijing akan merangkul keterbukaan yang lebih besar, di tengah meningkatnya friksi dengan Amerika Serikat.

Trump telah mencela China karena apa yang dilihatnya sebagai pencurian kekayaan intelektual, hambatan masuk ke bisnis AS, dan defisit perdagangan yang menganga.

Wang mengatakan Beijing mendukung penyelesaian sengketa internasional melalui aturan dan konsensus dan berdiri melawan unilateralisme dan proteksionisme. "Hubungan kami akan berdampak langsung pada stabilitas dan pembangunan global," katanya.

"Kerja sama perdagangan dan ekonomi tetap menjadi sauh dan pendukung hubungan China-AS yang stabil dan sehat yang pada dasarnya saling menguntungkan. China akan tetap tenang dan berpikiran jernih, merangkul keterbukaan yang lebih besar dan bekerja untuk keuntungan bersama."

Komentar

x