Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 08:43 WIB

Sandiaga Mau Gratisin Tol, Ini Kata Bos CMNP

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Selasa, 6 November 2018 | 02:18 WIB

Berita Terkait

Sandiaga Mau Gratisin Tol, Ini Kata Bos CMNP
Direktur Utama CMNP Tito Sulistio - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno berencana menggratiskan tarif tol yang sudah habis masa konsesinya atau telah balik modal setelah 30 tahun beroperasi. Alasannya, beban masyarakat semakin tinggi.

Menanggapi wacana Sandiaga ini, pengembang pengelola tol khususnya swasta PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) meminta para calon pejabat negeri tidak asal berkelakar dalam berjanji.

"Kalau pemerintah mau gratisin kapan saja suka-suka dia pemerintah bikin jalan tol dikelola Jasa Marga. Tapi kalau swasta jangan begitu dong, ada yang 35-40 tahun. Ada yang udah diperpanjang dan jalan tol itu walaupun misal 35 tahun," kata Direktur Utama CMNP Tito Sulistio di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (5/11/2018).

Menurutnya, untuk menjadi calon pemimpin diharapkan jangan asal dalam berbicara, karena setiap perkataan akan berdampak, termasuk juga ke ekonomi.

"Jadi intinya seorang pemimpin dan calon pemimpin kalau bicara dampaknya besar kepada pasar swasta," katanya.

Menurutnya, pernyataan calon pasangan presiden Prabowo Subianto ini justru menimbulkan ketidakpastian bagi dunia usaha. Tito berharap para calon pasangan presiden tahun 2019 mendatang harus memikirkan iklim usaha yang kondusif.

Pasalnya, saat ini para pelaku pasar berharap pada kepastian dunia usaha masa depan yang berprospek positif ditengah gejolak perpolitikan dalam negeri.

"Saya tidak bicara jalan tol, tapi segala macam. Ada uncertainty di ekonomi kita tidak pernah tahu. Orang itu mau cari stabilitas, tiba-tiba pemerintah taruh Rp15.000 di APBN terus terang mengerikan buat saya. Kaget," tuturnya.

Tito menjelaskan, ada dua sember pendanaan dalam membangun infrastruktur jalan tol, diantaranya menggunakan dana APBN dan partisipasi dari swasta. Menurutnya bisa saja tol digratiskan setelah masa operasinya habis jika pendanaannya berasal dari APBN.

"Tapi kalau swasta, belum tentu 35 tahun karena kalau di tengah jalan ada kebakaran, kerusakan, begitu kita benerin kita bisa dapat tambahan lagi ekstra jadi jangan ditentuin. Poin saya cuma simple kalau swasta ikutilah aturan perjanjian yang berlaku," ucapnya. [jin]

Komentar

Embed Widget
x