Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 09:33 WIB

Transaksi Turun

Mantan Bos BEI Minta Otoritas Bursa untuk Efisien

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Selasa, 6 November 2018 | 02:01 WIB

Berita Terkait

Mantan Bos BEI Minta Otoritas Bursa untuk Efisien
Tito Sulistio - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam tiga bulan belakangan ini mengalami tren penurunan. Agar fenomena tersebut tak berlanjut, PT Bursa Efek Indonesia selaku operator bursa diminta bekerja efektif.

Hal itu disampaikan mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia periode 2015 - 2018, Tito Sulistio kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (05/11/2018).

"Bursa itu kan perusahaan, dalam bentuk PT, jadi efektif bisa gak jalan bareng sama efisien, kalau efektif itu anggaran yang dipakai harus menghasilkan keuntungan yang maksimum karena efektif, tapi kalau efisien itu supaya untung sehingga harus efisien, bursa engga rugikan," kata Tito.

Tito yang kini menjadi Direktur Utama PT Citra Marga Nushapala Persada (CMNP) menambahkan untuk meningkatkan transaksi harian, manajemen BEI harus memikirkan para Aggota Bursa (AB).

"Kita tidak takut PT Bursa Efek Indonesia merugi, tapi kalau bursa efek rugi artinya gara-gara nilai transaksi turunkan. Sehinggamember-nya (Anggota Bursa) susah. Jadi yang harus dipikirkan itumember-nya," pinta Tito.

Agar hal tersebut tidak berlanjut, jelas Tito, maka PT Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan, harus efektif dan industri pasar modal harus efisien.

"Jangan terbalik, makanya PT BEI harus lebih banyak invest untuk pengembangan pasar. Jangan disimpen duitnya. Prinsipnya, tingkatkan efisiensi di bursa dan tingkatkan efektivitas di PT BEI," kata dia.

Lebih lanjut ia memberi contoh, efektifitas PT BEI dengan melakukan pengembangan anggota bursa (AB) dan semua informasi harus diterima oleh pelaku pasar.

"Informasi harus secepat mungkin sampai di pasar, transaksi harus secepat mungkin dan biaya transaksi harus murah. Kalaupun berdampak pada pendapatan PT BEI tak masalah, karena jangka panjang (transaksi) akan meningkat," jelas Tito.

Berdasarkan data bulanan PT Bursa Efek Indonesia, nilai transaksi rata-rata bulan Mei 2018 tercatat sebesar Rp9,12 triliun, Juni sebesar Rp9,38 triliun, Juli sebesar Rp7,175 triliun, Agustus sebesar Rp8,76 triliun dan September sebesar Rp7,05 triliun. [jin]

Komentar

x