Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 13:35 WIB

Tuntaskan 2 Menara Meikarta

Laba Bersih LPCK Meroket 593% di Kuartal III-2018

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 5 November 2018 | 16:37 WIB

Berita Terkait

Laba Bersih LPCK Meroket 593% di Kuartal III-2018
PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Mencuatnya dugaan kasus suap perizinan mega proyek Meikarta, tidak serta merta membuat performa PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) terpuruk.

Terbukti, raksasa properti nasional ini melaporan laba bersih sebesar Rp2,90 triliun pada kuartal III-2018 atau meroket 593% dari periode yang sama tahun 2017.

Simon Subiyanto, Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk mengungkapkan, kinerja pada kuartal ketiga 2018 memang kurang memenuhi harapan perseroan karena pasar properti di Indonesia melemah.

"Namun melalui proyek Meikarta, Lippo Cikarang memiliki proyek yang berkesinambungan untuk pertumbuhan dimasa depan," kata dia dalam keterangan pers baru baru ini.

Subiyanto mengatakan perusahaan juga telah menyerahkan dua menara perumahan Meikarta CBD yaitu, Irvine dan Westwood, secara fisik kepada pelanggan untuk total 863 unit apartemen dengan nilai Rp709 miliar.

Masing-masing tower itu punya ketinggian 42 lantai dan merupakan bagian dari 84 tower pertama di kawasan Meikarta. Tahap kedua berikutnya adalah 28 gedung apartemen dengan ketinggian 32 sampai 42 lantai. "Ini menunjukkan komitmen kami untuk menyerahkan unit apartemen kepada pelanggan secara tepat waktu," ujar dia.

Perusahaan melaporkan total pendapatan sebesar Rp1,84 triliun meningkat sebesar 50% dari periode yang sama tahun 2017, Laba Kotor Rp1,05 triliun, naik 102%. Adapun laba bersih pada kuartal ketiga lalu terutama yang berasal dari penjualan saham anak perusahaan LPCK, PT Mahkota Sentosa Utama atau MSU, pengembang Meikarta, sebesar Rp2,35 triliun.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lippo Group telah melibatkan sejumlah investor internasional untuk menggarap proyek Meikarta.

Kerjasama ini membuat proyek ini dapat berlanjut dengan baik, karena telah dukung oleh investor global, namun di sisi lain beban perusahaan berkurang seperti disebutkan dalan laporan keuangan bila biaya iklan dan proyek Meikarta tak lagi dicatat sebagai konsolidasi perseroan sejak Juni 2018.

Selama kuartal ketiga, Lippo Cikarang mencatat pendapatan dari Rumah Hunian dan Apartemen mencapai Rp717 miliar turun 24% dari periode yang sama tahun 2017. Nilai ini, menyumbang sebanyak 39% dari total pendapatan. Sementara pendapatan dari Industri dan Komersial tercatat sebesar Rp875 miliar, yang berkontribusi 48% terhadap total pendapatan.

Proyek-proyek Lippo Cikarang terbilag cukup strategis, karena terletak di tengah-tengah koridor timur, dan dikelilingi oleh beberapa kota industri berita seperti Deltamas, Jababeka, MM2100.

Sejumlah infrastruktur transportasi nasional juga akan melingkari proyek mereka, seperti LRT (Light Rapid Transit) Cawang - Bekasi Timur, kereta cepat Jakarta Bandung dan jalan tol Cikampek Elevated II.

Kinerja moncer di kuartal tiga mendapat respon positif dari pasar. Harga sama emiten berkode LPCK ini mulai membaik, naik 28% ke level 1,540 rupiah per lembar pada Jumat (2/11) dari posisi terendah sepanjang tahun Rp1,200 pada 16 Oktober lalu.

Kelanjutan Meikarta

Sementara itu, terkait perizinan Meikarta, baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyatakan bahwa penyidikan kasus ini tidak serta merta mengantung masa depan proyek tersebut.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menegaskan, KPK tidak akan menyegel proyek Meikarta sehingga proyek tersebut dapat terus berjalan. Apalagi proyek tersebut sudah melibatkan masyarakat, dalam hal ini konsumen, yang banyak.

"Kalau proyek jalan ya jalan terus saja kita tidak mungkin menghentikan suatu kegiatan ketika kita tahu di dalamnya banyak masyarakat yang terlibat dalam proses pembangunan. Ini kasus hukum kita pisahkan dengan proyek itu. Yang terjadi sebetulnya kan proses perizinan itu ada pemberian suap, bukan proyeknya," tegas Alexander Marwata

Pria yang akrab disapa Alex ini menyatakan bahwa banyaknya suap perizinan terjadi kerena sulitnya birokrasi di pemerintahan saat akan meminta izin.

Untuk memperbaiki kondisi itu, Alex menjelaskan bahwa KPK akan fokus pada perbaikan aspek birokrasi di daerah, dalam hal ini Pemeritah Kabupaten Bekasi.

"Paradigma sudah jauh beda, di mana presiden sendiri mendorong izin dipermudah jangan dipersulit," ucapnya.

Sementara itu, sekalipun kasus hukum sedang berjalan, konsumen terlihat masih menunjukkan ketertarikan untuk memiliki unit apartemen di Meikarta. Salah satunya adalah Maharani, pekerja perusahaan swasta di kawasan Sudirman yang sedang mengunjungi salah satu counter promosi Meikarta di salah satu pusat perbelanjaan.

"Iya, saya tahu sedang ada kasus hukum terkait Meikarta. Tapi saya yakin itu akan selesai juga, kan kasus korupsinya setahu saya bukan pembangunannya. Lagipula ini kan pihak swasta yang membangun," terang Maharani.

Maharani juga menjelaskan bahwa berbagai nilai tambah yang ditawarkan Meikarta serta harga yang sangat kompetitif menarik perhatiannya untuk memiliki unit hunian di kawasan kota mandiri tersebut.

"Kita ini pekerja kantoran biasa yang gajinya pas-pasan, tidak sanggup untuk beli apartemen di tengah kota Jakarta yang harganya miliaran itu. Makanya saya tertarik dengan Meikarta yang harganya murah tapi bukan murahan karena dibangun oleh pengembang besar Lippo. Jadi saya bisa beli apartemen bagus dan ke Jakarta gak susah juga karena pilihan transportasinya banyak," ujar Maharani. [jin]

Komentar

Embed Widget
x