Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 12:07 WIB

Rugi PT Multipolar Jadi Rp1,03 T

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 1 November 2018 | 14:03 WIB

Berita Terkait

Rugi PT Multipolar Jadi Rp1,03 T
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Multipolar Tbk (MLPL) mengalami peningkatan rugi bersih menjadi Rp1,03 triliun per 30 September 2018 dari Rp963,4 miliar pada periode yang sama tahun 2017.

Penjualan perseroan menjadi Rp11,1 triliun dari Rp12,8 triliun. Beban pokok penjualan menjadi Rp9,2 triliun dari Rp10,6 triliun. Laba bruto menjadi Rp1,9 triliun dari Rp2,1 triliun.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Kamis (1/11/2018). Rugi usaha Rp90,58 miliar dari Rp488,16 miliar. Rugi sebelum pajak menjadi Rp965,05 miliar dari Rp953,19 miliar.

Untuk beban pajak menjadi Rp56,7 miliar dari Rp1,18 triliun. Jadi rugi bersih menjadi Rp1,03 triliun dari Rp963,4 miliar.

Sementara total aset perseroan menjadi Rp18,61 triliun dari Rp20,02 triliun per 31 Desember 2018. Untuk total liabilitas menajdi Rp11,36 triliun dari Rp12,4 triliun.

Ruang lingkup kegiatan MLPL terutama bergerak dalam bidang jasa telekomunikasi, industri informatika, perdagangan umum termasuk perdagangan impor, ekspor, interinsulair, lokal dan retail (eceran), jasa pengembangan dan pengelolaan properti/real estate, menyewakan ruang-ruang dalam toko.

Multipolar memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), antara lain: Multipolar Technology Tbk (MLPT), Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI) dimiliki secara tidak langsung melalui anak usaha yakni PT Surya Cipta Investama, dimana 50,20% sahamnya dimiliki MLPL.

Selain itu, Multipolar Tbk juga memegang 33,76% saham First Media Tbk (KBLV) melalui PT Reksa Puspita Karya (anak usaha), 20,48% saham Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan 20,15% saham Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) melalui PT Prima Cakrawala Sentosa (anak usaha).

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Multipolar Tbk, antara lain Cyport Limited (26,97%) dan Grandhill Asia Limited (5,05%).

Komentar

x