Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 05:44 WIB

Sitara Propertindo Alami LabaTurun Jadi Rp565,1 M

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 31 Oktober 2018 | 13:17 WIB
Sitara Propertindo Alami LabaTurun Jadi Rp565,1 M
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Sitara Propertindo Tbk (TARA) mengalami penurunan laba bersih menjadi Rp565,12 juta per 30 September 2018 dari Rp1,1 triliun pada periode yang sama 2017.

Untuk penjualan pada periode ini menjadi Rp23,9 miliar dari Rp32,1 miliar. Beban pokok penjualan menjadi Rp8,2 miliar dari Rp13,8 miliar. Jadi laba bruto menjadi Rp15,7 miliar dari Rp18,2 miliar.

Sementara beban pemasaran Rp124,5 juta dari Rp54,4 juta. Sedangkan beban administrasi menjadi Rp5,79 miliar dari Rp5,74 miliar. Beban keuangan menjadi Rp11,02 miliar dari Rp14,7 miliar.

Jadi laba sebelum pajak menjadi Rp565,1 juta dari Rp1,14 triliun. Pada periode ini tanpa beban pajak. Jadi laba bersih menjadi Rp565,12 miliar dari Rp1,14 triliun.

Sementara total aset menjadi Rp1,12 triliun dari Rp1,23 triliun. Sementara total liabilitas turun drastis menjadi Rp72,38 miliar dari Rp180,82 miliar.

TARA adalah emiten bergerak di bidang pembangunan, jasa, perdagangan, industri dan investasi. Kegiatan utama Sitara Propertindo adalah pembangunan rumah, apartemen (rusun) pertokoan dan pasar baik langsung maupun melalui anak usaha.

Proyek-proyek yang dikerjakan oleh TARA dan anak usahanya, antara lain: perumahan "Les Belles Mainsons" (PT Cisadane River Park, di daerah Serpong); pasar modern dan komersial terpadu "City Point" merupakan (di daerah Pondok Cabe, Tangerang Selatan); apartemen "Kemang View" (PT Mutiara Sukses Abadi, di daerah Kemang), "Urban Heights" (di daerah Serpong).

Selain itu, ke depan TARA dan anak usahanya berencana mengembangkan proyek "Montana Serpong" (perumahan, perkantoran, mal, sekolah hingga Islamic Center) di daerah Gunung Sindur, "Purwakarta Bizlink" (komplek pergudangan) di Purwakarta dan "Solo Nuevo" (komplek niaga) di Solo.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Sitara Propertindo Tbk adalah PT Surya Buana Makmur (induk usaha dan induk usaha terakhir) (58,55%) dan Nuevo Asia Global Opportunities Fund (6,77%).

Saham TARA Rabu pagi dibuka Rp905 per saham. Dalam setahun terakhir harga tertinggi saham TARA Rp985 per saham pada penutupan 31 Agustus 2018. Sedangkan harga terendah di Rp715 per saham pada penutupan 4 Desember 2017.

Komentar

x