Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 13:28 WIB

Kinerja 30 September 2018

Kredit BBTN Melompat Tinggi, NPL Terjaga

Kamis, 25 Oktober 2018 | 17:04 WIB

Berita Terkait

Kredit BBTN Melompat Tinggi, NPL Terjaga
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Tren kenaikan suku bunga kredit tidak menjadi penghalang bagi bertumbuhnya kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Meski demikian, bank pelat merah terbuka ini berhasil menjaga kualitas kreditnya itu.

Per 30 September 2018, Bank yang telah berusia 68 tahun itu, mencatatkan pertumbuhan kredit 19,28% secara tahunan (year on year/yoy). Didorong kenaikan KPR subsidi, karena Bank BTN resmi mendapat kucuran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Angka pertumbuhan kredit bank berkode emiten BBTN ini, berada di atas rata-rata industri perbankan. Per Agustus 2018, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 12,12%.

Sementara BBTN mengucurkan kredit senilai Rp220,07 triliun per triwulan III-2018. Naik dibandingkan triwulan III-2017 yang hanya Rp184,50 triliun. "FLPP memberikan angin segar terhadap laju pertumbuhan kredit bagi Bank BTN lebih tinggi dan untuk mengoptimalkannya sekaligus mendukung target program sejuta rumah yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kami intensif menggandeng mitra swasta maupun pemerintah daerah agar penyerapan FLPP tepat sasaran," kata Direktur Utama BBTN, Maryono di Menara Bank BTN, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Porsi KPR subsidi memegang porsi terbesar yakni 54,35% dari total KPR perseroan, melaju kencang ketimbang KPR non Subsidi. Secara keseluruhan KPR hanya tumbuh sebesar 21,81% (yoy), atau sebesar Rp163,61triliun.
Pencapaian tersebut lebih tinggi ketimbang tahun lalu yang mencapai Rp134,31 triliun.

Sementara KPR Subsidi melejit 30,11% (yoy) menjadi Rp88,92 triliun. Lebih tinggi ketimbang III-2017 sebesar Rp68,34triliun. Sedangkan KPR non Subsidi tumbuh 13,22% (yoy) menjadi Rp74,69 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp65,97triliun.

Untuk kredit konstruksi perumahan, Maryono menambahkan, terjadi pertumbuhan 17,41% (yoy). Atau sebesar Rp28,45 triliun lebih tinggi ketimbang triwulan III-2017 yang mencapai Rp24,23 triliun. Kedit ini mengalir kepada para pengembang perumahan.

Seiring dengan laju pertumbuhan KPR, kontribusi Bank BTN dalam menyalurkan kredit kepemilikan rumah maupun kredit konstruksi properti terhadap Program Sejuta Rumah semakin besar, yaitu mencapai 574.444 unit rumah. Nilainya Rp54,93 triliun per September 2018. Dari pencapaian tersebut sebanyak 408.350 unit rumah dibiayai dengan KPR Subsidi sementara sisanya dengan KPR Non Subsidi.

Sementara untuk kredit non perumahan, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,50% (yoy) menjadi Rp19,67 triliun dibandingkan triwulan III-2017 yang mencapai Rp17,33 triliun.

Adapun kontribusi terbesar dari segmen kredit non perumahan adalah kredit komersial yang mengalir sebesar Rp15,05 triliun sedangkan kredit konsumer tercatat mencapai Rp 4,6 triliun.

"Kami terus melakukan inovasi produk untuk meningkatkan akses masyarakat memiliki hunian idaman, diantaranya baru-baru ini kami merilis KPR Gaeesss yang menyasar generasi milenial dan melakukan pilot project KPR Mikro dengan skema ABCG (Academy-Business- Community dan Government) bagi MBR untuk mengejar target pertumbuhan kredit di kisaran 19-20% tahun ini," kata Maryono.

Di tengah kencangnya pertumbuhan kredit, perseroan tetap awas dalam pengendalian rasio kredit macet. Di mana, Non Peforming Loan (NPL) berhasil ditekan menjadi 2,65% per September 2018. Lebih moncer ketimbang periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3,07%.

Dengan terjaganya NPL ini, laba perseroan makin tebal 11,51% (yoy) menjadi Rp2,236 triliun. Lebih tinggi ketimbang periode yang sama di 2017 sebesar Rp2 triliun.

Pertumbuhan laba BTN disokong pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang tercatat mencapai Rp7,54 triliun, atau naik 15,29% dibandingkan triwulan III-2017 yang hanya Rp6,54 triliun. Pendapatan bunga bersih tetap terjaga karena Net Interest Margin (NIM) tetap tumbuh sebesar 4,35%. Pertumbuhan laba dan kredit mendongkrak aset Bank BTN menjadi sebesar Rp 272,3 triliun, atau tumbuh 17,41% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp231,93 triliun. [ipe]

Komentar

x