Find and Follow Us

Senin, 16 September 2019 | 05:14 WIB

Bisnis Pembiyaan Cerah, Emiten ini Optimistis

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Rabu, 24 Oktober 2018 | 14:37 WIB
Bisnis Pembiyaan Cerah, Emiten ini Optimistis
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Meskipun Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai kinerja perusahaan pembiayaan (multifinance) independen hingga akhir 2018 akan melambat, namun keoptimisan lain datang dari pelaku usaha tersebut.

Semisal perusahaan pembiayaan PT Pool Advista Finance Tbk yang menilai bisnis multifinance kedepan masih tumbuh positif meski dihadapkan beberapa tantangan.

Direktur Keuangan Pool Advista Finance, Raden Ari Priyadi menilai prospek industri pembiayaan di Indonesia tahun ini masih prospektif yang ditunjukkan dengan peningkatan aset industri multifinance per akhir Juli 2018 yang menembus Rp38 triliun atau naik 8,2% year on year.

"Ditambah lagi, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia juga positif baik dari Kementerian Keuangan yakni antara 5,18-5,4% maupun dari Bank Indonesia sebesar 5,2%," kata Ari usai melakukan uji tuntas IPO di Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Selain itu kata dia, ada beberapa regulasi yang mendukung pertumbuhan multifinance diantaranya aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal perluasan kegiatan usaha (POJK No.29/2014) dan kelonggaran uang muka dan Loan to Value dari Bank Indonesia (PBI No.20/2018).

Ari menambahkan, model bisnis yang dijalankan Perseroan sejak 2016 hingga 2017 mampu meningkatkan kinerja, terbukti dengan kenaikan laba bersih sebesar 30,78% dari Rp 20,69 miliar pada 2016 menjadi Rp 27,06 miliar pada 2017.

Hingga kini, Perseroan masih akan mengandalkan pembiayaan konvensional dan syariah. Untuk pembiayaan syariah di antaranya Ijarah Multijasa, Ijarah Muntahiyah Bittamlik atau IMBT (leasing), dan Murabahah (jual-beli).

Informasi saja, PT Pool Advista Finance Tbk tengah menawarkan 800 juta lembar saham atau setara 23,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh melalui penawaran umum perdana saham tau initial public offering (IPO).

Dengan harga penawaran Rp125 hingga Rp150, maka calon emiten pembiayaan tersebut berpotensi meraup dana Rp100 miliar hingga Rp120 miliar. [jin]

Komentar

Embed Widget
x