Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 09:05 WIB

Naik Tipis, Kontrak Baru PTPP Tembus Rp32 Triliun

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:08 WIB

Berita Terkait

Naik Tipis, Kontrak Baru PTPP Tembus Rp32 Triliun
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PTPP (Persero) Tbk melakukan topping off Proyek Social Security (SS) Tower di Jakarta. Perseroan optimis merampungkan proyek ini pada Maret 2019.

Proyek yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan ini, nilai kontraknya Rp480 miliar. Nantinya, gedung SS Tower ini terdiri dari 31 lantai, tiga lantai basement dan 28 lantai tower.

Proyek SS Tower merupakan proyek investasi yang dimiliki PT Sinergi Investasi Properti. Di mana, kepemilikannya terdiri dari BPJS Ketenagakerjaan dan PTPP (Persero) Tbk. Dari segi biaya, proyek tersebut menelan biaya investasi hingga Rp 546 miliar bersumber dari modal perusahaan dan pinjaman perbankan.

Sementara itu, perseroan berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun sampai dengan bulan kesembilan, atau akhir September 2018. Pencapaian itu mencerminkan pertumbuhan kontrak baru sebesar 1,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) sebesar Rp31,96 triliun.

"Sampai dengan September 2018 ini, Perseroan berhasil merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar 66% dari total target yang ditetapkan oleh Manajemen Perseroan, yaitu sebesar Rp49 triliun di 2018. Perseroan optimistis dapat meraih sisa kontrak baru terhadap target yang telah ditetapkan dalam waktu 3 (tiga bulan) ini," Direktur Utama Perseroan Lukman Hidayat, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Pencapaian kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru dari induk perseroan sebesar Rp26,51 triliun (81,72%) dan anak perusahaan sebesar Rp5,93 triliun (18,28%).

Beberapa proyek yang berhasil diraih perseroan sampsi dengan September 2018, antara lain: Bandara Kulon Progo sebesar Rp5,58 triliun, Makassar New Port Tahap IB dan IC Rp2,49 triliun, Nipa Tank Terminal Phase 2 Rp1,53 triliun, Perluasan Apron Bandara Ngurah Rai Rp1,36 triliun.

Kemudian, Scatered Duel Fuel Engine MPP 120 MW Paket 1 Rp1,23 triliun, Scatered Duel Fuel Engine MPP 120 MW Paket 2 Rp1,06 triliun, Dermaga Patimban Subang sebesar Rp. 1,02 triliun, Pertamina Warehouse Rp933 miliar, Hotel Mandalika Paramount Rp850 miliar, Runway 3 Bandara Soekarno Hatta Section 1 Rp726 miliar.

Sampai dengan September 2018, perolehan kontrak baru Perseroan didominasi dari proyek BUMN sebesar Rp17,12 triliun, atau 52,78%. Disusul proyek swasta sebesar Rp11,05 triliun, atau 34,05% dan proyek APBN/Pemerintah sebesar Rp4,27 triliun atau 13,17% dari total perolehan kontrak baru.

Sedangkan, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu gedung sebesar 41,14%, airport sebesar 18,66%, jalan & jembatan sebesar 12,24%. Sedangkan, port sebesar 10,87%, power plant sebesar 7,50%, oil & gas sebesar 4,73% dan sisanya dikontribusi oleh industri sebesar 2,66%, DAM 1,93% dan kereta api sebesar 0,27%. [ipe]

Komentar

x