Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 13:24 WIB

Kredit Tumbuh 15,6%, BNI Raih Laba Jadi Rp11,4 T

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 18 Oktober 2018 | 20:44 WIB

Berita Terkait

Kredit Tumbuh 15,6%, BNI Raih Laba Jadi Rp11,4 T
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pada Kuartal III tahun 2018, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan laba bersih senilai Rp11,4 triliun yang ditopang pertumbuhan kredit mencapai 15,6%.

Menurut Direktur Keuangan BBNI, Anggoro Eko Cahyo, pertumbuhan laba bersih tersebut mengalami peningkatan sebesar 12,6% (year-on-year). "Perolehan laba bersih didorong pendapatan bunga bersih (NII) dan perbaikan kualitas aset," katanya di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Anggoro menyebutkan, pada periode ini BBNI mencatatkan pertumbuhan kredit 15,6% (yoy) menjadi Rp487,04 triliun. Pertumbuhan kredit itu dikontribusi oleh kredit di bisnis korporasi yang meningkat 18,5%.

Dia mengatakan, pada Kuartal III-2018, perseroan mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 14,2%. "Komposisi DPK didominasi oleh dana murah (CASA) yang meningkat menjadi 61,9%," ujar Anggoro.

Menurut dia, pada Kuartal III-2018, BBNI mampu mendorong pertumbuhan DPK sebesar 14,2% (yoy) menjadi Rp548,59 triliun. "Pada Kuartal III-2018, BNI juga mampu menekan cost of fund dari 3% menjadi 2,8%," katanya.

Anggoro menyatakan, pada Kuartal III-2018, BBNI mencatatkan nilai aset mencapai Rp763,52 triliun atau bertumbuh 14,3% (yoy). Dari sisi kualitas aset, NPL Gross BBNI menjadi menjadi 2% di akhir September 2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,8%.

"BNI mampu menurunkan credit cost dari 1,7% pada Kuartal III-2017 menjadi 1,4% pada Kuartal III-2018. Coverage ratio juga mengalami peningkatan menjadi 152% pada Kuartal III-2018," ujar Anggoro.

Lebih lanjut Anggoro mengatakan, BBNI masih memiliki ruang yang besar untuk menyalurkan kredit, lantaran pada Kuartal III-2018 posisi loan to deposit ratio (LDR) sebesar 89%.

"BNI masih tetap mampu menjaga likuiditas untuk melanjutkan ekspansi kredit hingga akhir 2018," ucapnya.

Anggoro menjelaskan, pertumbuhan laba bersih pada kuartal ketiga tahun ini ditopang NII yang meningkat 10,6% (yoy) menjadi Rp26,01 triliun.
Perlu diketahui, per Juli 2018 laba bersih industri perbankan sebesar 8,4% dan NII secara industri bertumbuh 4,5%.

Pendukung pertumbuhan laba bersih BBNI lainnya adalah Pendapatan Nonbunga sebesar 6% (yoy) menjadi Rp7,61 triliun di Kuartal III-2018 yang didorong peningkatan kontribusi fee dari segmen business banking, antara lain fee dari trade finance yang bertumbuh 16,3% dan fee dari bank garansi yang bertumbuh 28,4%. [hid]

Komentar

x