Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 13:30 WIB

PGN Buka Peluang untuk Lepas Saka Energi

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 19 Oktober 2018 | 06:08 WIB

Berita Terkait

PGN Buka Peluang untuk Lepas Saka Energi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Perusahaan Gas Negara (PGN) membuka peluang melepas anak usahanya, Saka Energi. Hal itu menyusul PGN menjadi subholding gas atas terbentuknya holding Migas yang digawangi PT Pergamina (Persero).

Menurut Sekretaris Perusahaan PT PGN Racmat Hutama, peluang melepas saham Saka Energi karena pihaknya ingin fokus di bidang gas. Sedangkan Saka Energi bergerak di bidang hulu migas.

Namun, sampai saat ini pihaknya masih mengkaji pelepasan saham itu kepada Pertamina atau kepada publik. Hal ini masih dibahas oleh internalnya.

"Kan kalau dijual apa harus 100%? kan bisa aja 30% atau 50% atau 70% itu yang lagi dihitung," kata Rachmat di Jakarta (18/10/2018).

Adapun Saka Energi tercatat punya hak partisipasi atau participating interestdi delapan wilayah kerja (WK) migas. Kesembilan WK migas tersebut adalah Blok Pangkah, South Sesulu, Bangkanai, West Bangkanai, Ketapang , Muriah, Muara Bakau dan Lapangan Fasken di Texas, Amerika Serikat.

Bahkan baru-baru ini Saka juga secara resmi telah mendapatkan WK migas baru hasil lelang 2017, yakni WK West Yamdena dan Pekawai.

Dia mengatakan, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan pemerintah dan Pertamina terkait opsi Saka diakuisisi oleh Pertamina. Hal ini agar menambah beban atas akuisisi itu.

"Itu kan sama saja mendapatkan tambahan WK baru, 2018 aja dapat 8 WK baru kalau akuisisi Saka ini kan sama aja menambah WK lagi (ke Pertamina). Jadi lihat juga kesanggupan dari sisi Pertamina dari sisi pengelolaan, finansial ini makanya lagi dikaji. Masih terbuka luas opsinya," ujar dia.

Untuk sementara ini, Saka, kata dia, tetap berada dalam penguasaan PGN, akan tetapi mulai sekarang berbagai kegiatan Saka harus dikoordinasikan dengan Pertamina.

"Kami koordinasi, supaya nanti inline sama rencana mereka. Kalau tidak kaya gitu nanti begitu kedepan diambil Pertamina kan tidak sinergi, Jadi sekarang kita sudah koordinasikan, jadi bisa kasih gambaran ke Pertamina," imbuh dia. [jin]

Komentar

x