Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 14:34 WIB

Inilah Alasan PGN Belum Bayar Akuisisi Pertagas

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:33 WIB

Berita Terkait

Inilah Alasan PGN Belum Bayar Akuisisi Pertagas
Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso

INILAHCOM, Jakarta - Pembayaran akuisisi 51% saham PT Pertamina Gas (Pertagas) oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) senilai Rp16,6 triliun mundur dari jadwal sebelumnya.

Berdasar perjanjian jual beli bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA) yang diteken 29 Juni 2018, pembayaran dilakukan paling lambat 90 hari. Yakni pada akhir September 2018, tapi belum dilakukan pembayaran sampai sekarang .

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso mengklaim pembayaran akuisisi itu belum dilakukan karena masih ada beberapa hal yang harus dilewati. Salah satunya, persetujuan dari pemegang saham.

"Kan saya janji sampai November. November selesai. Sekarang lagi minta persetujuan approval dari pemegang saham," kata Gigih ditemui di gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Namun, kata dia, dalam memimta persetujuan kali ini tidak melewati Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sebab, RUPS sebelumnya sudah dilakukan.

Sementara untuk mekanisme pembayaran perusahaan, kata Gigih, masih mempertahankan mekanisme yang sudah disepakati sebelumnya. Yakni pembayaran dalam dua tahap.

Untuk tahap pertama dilakukan tahun ini dan sisanya atau tahap kedua dirampungkan pada tahun depan. "Iya (dua tahap). kalau udh dapat approvel ya tinggal bayar aja," kata dia.

Dketahui, PGN sebelumnya telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA) dengan Pertamina pada 29 Juni 2018 lalu.

Dengan penandatanganan CSPA ini, PGN menjadi pemilik mayoritas Pertagas sebanyak 51%. Integrasi bisnis gas ini dilakukan guna mendorong perekonomian dan ketahanan energi nasional, melalui pengelolaan infrastruktur gas yang terhubung dari Indonesia bagian Barat (Arun) hingga Indonesia bagian Timur (Papua).

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengatakan, dengan penandatanganan CSPA ini, proses Holding BUMN Migas telah mencapai tahapan yang penting dan sejumlah tujuan baiknya dapat terwujud. Holding BUMN Migas ini dapat menciptakan kedaulatan dan ketahanan energi yang membawa manfaat untuk masyarakat dan negara.

Setelah proses integrasi ini selesai, Pertamina sebagai Holding BUMN Migas mengarahkan PGN selaku Subholding Gas mengelola bisnis gas secara terintegrasi di Indonesia. "Pertagas akan diintegrasikan sebagai anak usaha PGN, dalam kerangka Holding Migas sebagaimana ditetapkan dalam PP No. 06 Tahun 2018," ujar dia. [hid]

Komentar

x