Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 14:13 WIB
Hightlight News

China Janji Segera Stabilkan Yuan

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 14 Oktober 2018 | 15:01 WIB

Naikan tingkat kekhawatiran

China Janji Segera Stabilkan Yuan
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Bali - Bankir sentral China pada Sabtu (13/10/2018) berjanji untuk menjaga nilai mata uang yuan supaya stabil secara luas.

Janji ini menjadi tanda bahwa Beijing mungkin mencoba untuk mencegah perselisihan perdagangan yang lebih berdarah dengan Amerika Serikat yang bergesder ke dalam perang mata uang.

Pernyataan Gubernur Bank Rakyat China, Yi Gang di Dana Moneter Internasional dan pertemuan tahunan Bank Dunia di Bali. Dia datang ketika Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin mengatakan para pejabat China telah mengatakan kepadanya bahwa depresiasi yuan lebih lanjut tidak untuk kepentingan Cina.

Mnuchin telah menegaskan lagi kekhawatirannya bahwa penurunan besar nilai yuan tahun ini terhadap dolar dapat menjadi bagian dari upaya untuk mendapatkan keuntungan perdagangan untuk ekspor China atau untuk mengimbangi dampak dari tarif AS.

Yuan telah jatuh lebih dari 8 persen terhadap dolar sejak akhir April menjadi sekitar 6,91 pada hari Jumat, mendekati level 7,0 psikologis penting yang tidak terlihat dalam satu dekade.

"China akan terus membiarkan pasar memainkan peran yang menentukan dalam pembentukan nilai tukar RMB," kata Yi dalam pernyataan Komite Moneter dan Keuangan Internasional (IMFC) yang diposting pada hari Sabtu seperti mengutip cnbc.com.

"Kami tidak akan terlibat dalam devaluasi kompetitif, dan tidak akan menggunakan nilai tukar sebagai alat untuk menangani friksi perdagangan."

Pernyataannya menggemakan janji mata uang yang dibuat dalam sebuah komunike yang dikeluarkan oleh negara-negara anggota IMF pada hari Sabtu untuk meningkatkan dialog perdagangan mereka sebagai meningkatnya friksi tarif, dan biaya pinjaman yang lebih tinggi mengancam untuk menggagalkan pertumbuhan global.

Dalam pernyataan dari komite pengarah IMF, negara-negara anggota juga sepakat untuk memperdebatkan cara-cara untuk meningkatkan Organisasi Perdagangan Dunia agar lebih baik menangani sengketa perdagangan.

"Kami mengakui bahwa perdagangan dan investasi barang dan jasa yang bebas, adil, dan saling menguntungkan adalah mesin utama untuk pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja," kata IMFC dalam pernyataannya.

"Kami akan menahan diri dari devaluasi kompetitif dan tidak akan menargetkan nilai tukar kami untuk tujuan kompetitif," tambahnya.

 

1

Komentar

x