Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 07:26 WIB

Wall Street Masih Berpotensi Negatif

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 10 Oktober 2018 | 19:03 WIB

Berita Terkait

Wall Street Masih Berpotensi Negatif
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, New York - Indeks saham berjangka AS di Wall Street berfluktuasi menjelang pembukaan hari Rabu (10/10//2018) karena investor mengawasi suku bunga yang mempengaruhi imbal hasil obligasi.

Sekitar jam 7 pagi ET, Dow Jones Industrial Average futures turun 9 poin, tetapi menunjukkan kenaikan 29,43 poin pada pembukaan. S & P 500 futures menunjukkan kenaikan tipis sementara Nasdaq 100 futures mengindikasikan kerugian kecil di pembukaan, seperti mengutip cnbc.com.

Investor di AS akan memantau pasar obligasi hari ini. Pada sesi sebelumnya, yield Treasury 10-tahun patokan turun sedikit setelah mencapai level tertinggi tujuh tahun sebelumnya di hari perdagangan. Yield obligasi 30-tahun juga mencapai titik tertinggi sejak 2014.

Pada hari Rabu, imbal hasil obligasi terus meningkat lebih tinggi. Kekhawatiran seputar kenaikan suku bunga terus membuat investor gelisah, karena pelaku pasar memperdebatkan apa artinya ini bagi ekonomi domestik dan kebijakan moneter ke depan.

Sementara itu, aplikasi hipotek turun 1,7 persen pekan lalu menyusul kenaikan suku bunga. Data lain yang ditetapkan untuk rilis Rabu termasuk indeks harga produsen (PPI) dan perdagangan grosir.

Di front bank sentral, banyak pidato dijadwalkan akan berlangsung. Presiden Fed Chicago Charles Evans akan berada di Michigan pada jamuan makan siang Flint & Genesee Chamber of Commerce, sementara di Georgia, Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic siap untuk tampil di acara National Association of Corporate Directors di Atlanta.

Di tempat lain, investor akan menguatkan berita apa pun keluar dari ranah politik, karena pemilihan paruh waktu, yang dijadwalkan pada November, semakin dekat.

Di depan perusahaan, Fastenal diatur untuk mempublikasikan hasil pendapatan terbaru.

Komentar

x