Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 19:09 WIB

Ekspansi The Duck King Usai Tercatat di BEI

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Rabu, 10 Oktober 2018 | 12:39 WIB

Berita Terkait

Ekspansi The Duck King Usai Tercatat di BEI
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Usai mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia, PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) menyiapkan sejumlah ekspansi gerai, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Chief Financial Officer PT Jaya Bersama Indo Dewi Tio mengatakan dana hasil IPO yang di dapat sebesar Rp Rp259,2 miliar perseroan bakal membuka sejumlah geras restoran baru.

"Kita berniat membuka gerai di sejumlah kota besar di Indonesia antara lain di di Pulau Jawa, Bali, Sulawesi dan Kalimantan," kata Dewi di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Tak hanya di dalam negeri saja, kata Dewi perseroannya juga bakal membuka gerai baru di luar negeri dengan menyasar pasar di Vietnam, Kamboja, dan Myanmar.

Pada tahun 2003, Jaya Bersama membuka restoran pertama di Senayan Trade Centre, Jakarta. Perusahaan ini fokus pada masakan tradisional Tiongkok, tanpa daging dan lemak babi. Adapun hidangan utamanya adalah bebek Peking panggang.

Informasi saja, perusahaan ini memiliki tiga merek utama, yaitu The Duck King, Fook Yew, dan Panda Bowl, serta tujuh sub-merek dari The Duck King untuk menangkap permintaan di segmen konsumen kelas menengah yang sedang tumbuh di Indonesia.

Secara grup, Jaya Bresama mempekerjakan hampir 2.000 karyawan dengan 70 koki terlatih dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Tiongkok. Mereka dilengkapi dengan kualifikasi standar internasional dan pengalaman yang bereputasi panjang di industri F&B Tiongkok.

Pada tahun 2017, Perseroan berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 23,4% dari Rp436 miliar pada tahun 2016 menjadi sebesar Rp538miliar pada tahun 2017. Adapun EBITDA naik 118,2% dari Rp62miliar pada tahun 2016 menjadi Rp134 miliar pada tahun 2017. Margin EBITDA mencapai 24,9%. Sedangkan net margin tahun 2017 sebesar 13,5%, dengan perolehan laba bersih sebesar Rp72 miliar.

Sementara itu, Total Aset meningkat 18,3% dari Rp447 miliar pada tahun2016 menjadi Rp529 miliar pada tahun 2017. Total Ekuitas naik 32% dari Rp241 miliar pada tahun 2016 menjadi Rp318 miliar pada tahun2017. TotalKewajiban naik 2,3% dari Rp206 miliar pada tahun 2016 menjadi Rp211miliar pada tahun 2017.

Sedangkan current ratio naik dari 1,9 kali menjadi 2,2 kali. ROE turun dari 36,7% menjadi 22,6%. ROA turun dari 19,7% menjadi 13,6%; dan debt to equity ratio (DER) stabil, yakni sebesar 0,2 kali. [jin]

Komentar

x