Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 07:18 WIB

Garudafood Akui Terdampak 'Letoinya' Rupiah

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Rabu, 10 Oktober 2018 | 11:31 WIB

Berita Terkait

Garudafood Akui Terdampak 'Letoinya' Rupiah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) tengah dalam tren melemah. Hari ini, rupiah menyentuh Rp15.210/US$.

Menanggapi hal ini Direktur Keuangan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Robert Chandrakelana Adjiemengatakan bahwa perusahaan tidak akan menaikkan harga jual produk makanan dan minuman mereka.

"Tentu saja mempunyai dampak kalau perusahaan sejenis seperti kami industri makanan dan minuman. Tapi kami tak menaikkan harga" kata Robert saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/10/2018).

Robert bilang sebetulnya dampak yang paling berat dari pelemahan nilai tukar saat ini adalah pengadaan bahan baku impor yang mereka gunakan, namun bahan baku impor tersebut masih relatif kecil.

"Sebagian besar bahan baku kami berasal dari dalam negeri, gula kami semuanya produk lokal, impor yang langsung sangat kecil namun secara tidak langsung berdampak juga," katanya.

Meskipun menurutnya pelemahan rupiah sejauh ini telah melewati asumsi rencana bisnis perusahaan, namun sampai saat ini masih dapat diatasi.

Dia juga bilang sebetulnya pelemahan nilai tukar mata uang garuda saat ini bukanlah yang pertama dilewati perusahaan, pasalnya tahun 1998 dan 2008 perusahaan mengalami masalah yang sama, tapi peristiwa itu dapat dilalui dengan baik.

"Waktu itu pelemaham jauh lebih buruk, tetapi kita tetap bertumbuh," katanya.

Informasi saja, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan skema penawaran umum perdana aliasInitial Public Offering(IPO), dengan kode saham GOOD, Rabu (10/10/2018).

Produsen makanan dan minuman dari Tudung Group ini akan meraup dana segar sekitar Rp979,48 miliar dari aksi korporasi tersebut.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Garudafood menetapkan harga saham perdananya senilai Rp1.284 per sahamnya. Perusahaan akan melepas 762,84 juta saham baru atau 10,34% dari modal disetor dalam hajatan ini.

Sebanyak 727,84 juta saham baru atau setara 9,86% merupakan saham hasil pelaksanaanMandatory Convertible Bond(MCB) yang akan dieksekusi oleh Pelican Company Ltd (Pelican).

Konversi ini sesuai dengan Perjanjian Investasi (Investment Agreement) yang dibuat keduabelah pihak pada 29 Maret 2018. Dengan demikian, Pelican akan memiliki 9,86% saham Garudafood ketika perusahaan resmi mencatatkan sahamnya di BEI.

Adapun, jumlah saham Garudafood yang ditawarkan kepada publik hanya sebanyak 35 juta lembar saham saja atau setara 0,47% dari total saham di Garuda Food.

Pada saat perdagangan awal, saham GOOD langsung melejit 49,81% ke Rp1.925 per saham atau naik 640 poin dari pencatatan perdana dibuka di harga Rp1.285 per saham. Otomatis saham GOOD langsung terkena auto rejection.

Pada posisi tersebut saham GOOD diperdagangkan sebanyak 3 kali frekuensi dengan volume 28 lot saham dan menghasilkan nilai sebesar Rp5,39 juta. [jin]

Komentar

x