Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 18:31 WIB

Sempat Batal, Kini DUCK Resmi Jadi Emiten di BEI

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Rabu, 10 Oktober 2018 | 10:57 WIB

Berita Terkait

Sempat Batal, Kini DUCK Resmi Jadi Emiten di BEI
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sempat batal lantaran kondisi pasar yang bergejolak, kini PT Jaya Bersama Indonesia Tbk secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan skema Initial Public Offering (IPO) dengan kode saham DUCK, Rabu (10/10/2018).

Itu berarti DUCK menjadi emiten ke 43 sepanjang tahun 2018 yang mencatatkan diri di BEI.

Pada perdagangan awal, saham DUCK langsung melejit 49,5% ke Rp755 per saham atau naik 250 poin dari pencatatan perdana dibuka di harga Rp505 per saham. Otomatis saham DUCK langsung terkena auto rejection.

Pada posisi tersebut saham DUCK diperdagangkan sebanyak 2 kali frekuensi dengan volume 36 lot saham dan menghasilkan nilai sebesar Rp2,72 juta.

Informasi saja, perusahaan yang bergerak di bisnis restoran chinese food ini pertama kali membuka gerainya di Jakarta pada 2003. Restoran ini fokus pada masakan tradisional China, tanpa daging dan lemak babi.

Hidangan utamanya adalah bebek peking panggang. Tiga merek utama yang usung perseroan, antara lain The Duck King, Fook Yew dan Panda Bowl.

Dalam aksi penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO) saham ini, yang berperan menjadi penjamin emisi adalah PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia (YU), PT Danareksa Sekuritas (OD) dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 513,33 juta lembar saham baru dengan nilai nominal Rp100 dan harga penawaran Rp505 per saham.

Dana hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya emisi saham akan digunakan , sebanyak 80% dialokasikan untuk pembukaan gerai baru di beberapa wilayah di Indonesia diantaranya di beberapa kota di Jawa, Bali, Sulawesi dan Kalimantan serta juga di luar negeri yaitu, Vietnam, Kamboja, dan Myanmar, termasuk untuk keperluan renovasi gerai restoran yang ada untuk mendukung pertumbuhan berkesinambungan pada seluruh jaringan gerai restoran Entitas Anak seperti The Duck King, Imperial Chef, dan Fook Yew; dan sekira 20% untuk modal kerja dan untuk mendukung peningkatan kapabilitas operasional Perseroan dan Entitas Anak.

Sebelum IPO, saham perseroan dimiliki oleh PT Asia Kuliner Sejahtera sebanyak 99,996% dan Itek Bachtiar 0,004%.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan penetapan Efek Syariah yaitu Keputusan Nomor: KEP-55/D.04/2018 tentang penetapan saham Jaya Bersama Indo sebagai efek syariah. [jin]

Komentar

x