Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 07:31 WIB

Industri Baja Ini tak Terpengaruh Pelemahan Rupiah

Selasa, 9 Oktober 2018 | 14:15 WIB

Berita Terkait

Industri Baja Ini tak Terpengaruh Pelemahan Rupiah
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) menyatakan jika perusahaan tak terpengaruh dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Rupiah melemah kita tak terlalu berpengaruh karena kami memang row material (penggunaan dolar) dolar tidak terlalu besar," kata Direktur Keuangan HKMU Pratama Girindra saat ditemui usai pencatatan saham perdana perusahaannya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Menurut Girindra kontribusi ekspor perseroan tak lebih dari 10% dari penjualan. Namun, tahun ini perusahaan optimis penjualan ekspor bakal naik menjadi 10%-12% tahun ini. "Kita akan coba tingkatkan ekspor, kita akan masuk pasar Amerika Serikat (AS), Kanada," katanya.

Menurut dia, sebagai produsen bahan baku baja ringan, diantaranya aluminium, pipa PVC, ACP, pipa stainless, kloset dan peralatan rumah tangga lain. PT HK Metals Utama Tbk secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema Initial Public Offering (IPO) dengan kode saham HKMU.

Itu berarti HKMU menjadi emiten ke 42 sepanjang 2018 yang mencatatkan diri di BEI. Pada perdagangan awal, saham HKMU langsung melejit 49,57% ke Rp344 per saham atau naik 114 poin dari pencatatan perdana dibuka di harga Rp230 per saham. Otomatis saham HKMU langsung terkena auto rejection.

Pada posisi tersebut saham HKMU diperdagangkan sebanyak 28 kali frekuensi dengan volume 37,006 lot saham dan menghasilkan nilai sebesar Rp1,27 miliar.

Informasi saja, PT HK Metals Utama Tbk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dsebanyak-banyaknya 1.021.740.000 lembar saham baru dengan nilai nominal Rp100 dan harga penawaran Rp230 per saham. Total dana yang di dapat dari hajatan IPO ini sebesar Rp235 miliar.

Dalam IPO ini, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM / LG) dan PT Sinarmas Sekuritas (DH) ditunjuk perusahaan sebagai penjamin pelaksana emisi efek atau underwriter.

Perusahaan mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 September 2018. Masa penawaran pada 1 Oktober - 3 Oktober 2018 dan masa penjatahan pada 5 Oktober 2018.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham, akan digunakan seluruhnya antara lain Rp90 miliar untuk modal anak usaha dan sisanya untuk modal kerja Perseroan.

Informasi saja penjualan bersih perseroan per 31 Maret 2018 tercatat Rp230,367 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp95,757 miliar. Sementara itu laba per 31 Maret 2018 terjadi lonjakan yang cukup besar yakni 405% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. [ipe]



Komentar

x