Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 12:09 WIB

Pertemuan IMF-WB Gagal Perkuat Rupiah

Senin, 8 Oktober 2018 | 11:12 WIB

Berita Terkait

Pertemuan IMF-WB Gagal Perkuat Rupiah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pekan ini, pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 digelar di Bali. Sayangnya, momentum ini tak mampu mendongkrak nilai tukar rupiah.

Pada sesi pembukaan Senin (8/10/2018), data Bloomberg mencatat, nilai tukar rupiah terhadap US$ di pasar spot melemah 11 poin atau 0,07% di kisaran Rp15.190-Rp15.194 per US$.

Selanjutnya pada pukul 08.40 WIB, tekanan terhadap rupiah menipis menjadi 5 poin, atau setara 0,03% ke level Rp15.188 per US$. Namun pada pukul 09.55 WIB, mata uang Garuda, kembali nyungsep ke level Rp15.200 per US$.

Masih letoi-nya rupiah di awal pekan ini, di luar ekspektasi. Lantaran, momentum pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali pada 8-14 Oktober 2018 diharapkan bisa menjadi 'obat kuat' terhadap rupiah.

Kepala Unit Kerja Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018, Peter Jacobs memastikan, seluruh Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan negara peserta datang seluruhnya. Kesepakatan dalam pertemuan tahunan ini, memang sudah ditunggu-tunggu. Karena akan menjadi acuan negara-negara di dunia dalam mengambil kebijakan.

"Perekonomian dunia kini dalam uncertainty. Kesepakatan-kesepakatan apa yang akan dicapai dalam pertemuan ini banyak ditunggu. Karena, ini yang akan menjadi acuan bagi negara-negara untuk mengambil keputusan," kata Peter.

Dia menyebutkan, setidaknya sudah banyak peserta yang hadir hingga saat ini, khususnya Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari negara-negara Afrika maupun Eropa, seperti Sudan Selatan, Uganda, Mauritania, Burundi, Bahamas, Islandia, Eswatini, Montenegro, hingga Trinidad Tobago.

"Hampir semua hadir dari Uni Eropa. AS juga hadir, Gubernur Bank Sentral AS (Jerome Powell) juga hadir. China dan Jepang hadir, bahkan mereka jadi pembicara di beberapa event. Dan tentunya kalau di meeting resmi IMF mereka hadir. Belum ada kabar yang tidak hadir. Bahkan, yang saya sampaikan tadi negara-negara yang jauh. Yang flight-nya lebih mudah, EU apalagi Asia, akan mulai datang hari ini," tuturnya. [tar]

Komentar

x